MID Manajemen Sekolah Rombel 31
Tuliskan Jawaban Saudara pada kolom Komentar di bawah (Jawab 5 dari 7 Soal yang ada):
1. Apa tujuan manajemen sekolah secara substansial? Jelaskan dengan memberi contoh konkret!
2. Diantara fungsi-fungsi manajemen sekolah, manakah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah?
3. Sebutkan proses manajemen yang Saudara ketahui! Berikan contoh masing-masing proses manajemen tersebut berkaitan dengan manajemen sekolah!
4. Jelaskan Karakteristik Sekolah Efektif!
5. Bagaimana Strategi mewujudkan sekolah efektif?
6. Jelaskan jenis-jenis kegiatan dalam manajemen kurikulum!
7. Coba Saudara identifikasi masalah-masalah apa saja yang biasanya merupakan masalah perorangan dalam pengelolaan kelas dan masalah apa pula yang termasuk masalah kelompok kelas!

October 21st, 2009 at 11:14 pm
1.membantu dan memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien, sehingga sekolah dapat menjalankan tugas kelembagaanya dengan baik.
contoh:
- Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan diatasnya
- Dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan
- Tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana dengan baik
2. - Pengorganisasian
- Perencanaan
- Pengarahan
- Pengawasan
- Penilaian
- Laporan
- Pengarahan
4. Sekolah yang mempunyai input (masukan) yang baik, yaitu dalam menerima siswa baru menggunakan syarat-syarat tertentu dan proses belajar yang secara aktif atau ada keterlibatan berbagai pihak terutama siswa dan guru sebagai subjek belajar. dan output (keluaran) yang baik yaitu lulusan yang bermutu sebagai sentral tujuan pendidikan.
5. Untuk mewujudkan sekolah efektif diperlukan adanya kepemimpinan yang profesional agar semua lembaga yang ada didalamnya dapat bekerja dengan baik. serta mempunyai visi dan tujuan bersama. serta membuat pengajaran yang penuh makna dan membuat lingkungan belajar yang kondusif.
6. - Membuat disain instruksional yang baik
- Melaksanakan pengajaran
- Mengevaluasi hasil pengajaran
- Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran
NAMA : JUWANTO
NIM : 6101408161
October 22nd, 2009 at 12:00 pm
2. Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah fungsi/kegiatan manajerial, yang meliputi:
- Perncanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengoordinasian
- Pengawasan
- Penilaian
- Pelaporan
- Penentuan anggaran
3. Macam-macam proses manajemen:
a. Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan yang meliputi tujuan, biaya, efektivitas kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: Kepala sekolah menempatkan staf-stafnya sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian mereka.
c. Penggerakan (Actuating)
Contoh: Kepala sekolah memerintahkan kepada seluruh guru agar selalu hadir tepat waktu di sekolah, terutama pada saat jam mengajar dan memberikan sanksi bagi guru yang melanggar.
4. Karakteristik sekolah efektif adalah:
a. Kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran;
b. Pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran;
c. Iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran;
d. harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu;
e. Penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa. (Edmons (1979)).
Jadi karakteristik sekolah efektif adalah sekolah yang nyaman bagi pserta didik dalam menuntut ilmu sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan menguasai ilmu pengetahuan.
5. Strategi untuk mewujudkan sekolah efektif adalah dengan memberdayakan dan melibatkan seluruh unsur/elemen di sekolah dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar nantinya hasil dari kegiatan tersebut bisa maksimal sehingga dapat tercapai tujuan dari sekolah efektif/sekolah sukses tersebut.
6. Jenis-jenis kegitan dalam manajemen kurikulum:
a. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/Pengajar
1. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. Dalam hal ini beban mengajar maksimum guru dalam 1 minggu adalah 24 jam pelajaran dengan setiap 1 jam pelajaran berkangsung selama 45 menit.
2. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran, meliputi:
a. Jadwal pelajaran kurikuler, kokurikuler, dan ekstra-kurikuler
- Jadwal pelajaran kurikuler, disusun secara edukatif oleh guru/tim guru dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan akademik;
- Jadwal pelajaran kokurikuler, disusun secara strategik sesuai situasi dan kondisi individual /kelompok pserta didik/siswa;
- jadwal pelajaran ekstra-kurikuler, disusun di luar jam pelajaran kurikuler dan program kokurikuler.
b. Jadwal pelajaran tatap muka dan non tatap muka
3. Tugas guru dalam kegiatan PBM
Merupakan serangkaian kegiatan pengajaran/instruksional untuk mencaoai hasil pengajaran yang optimal, yaitu:
- Membuat persiapan/perencanaan pengajaran (desain instruksional);
- Melaksanakan pengajaran (termasuk pengelolaan kelas);
- Mengevaluasi hasil pengajaran.
b. Kegiatan yang Berhubungan dengan Peserta Didik/Siswa
Kegiatan peserta didik demi suksesnya PBM tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah secara pedagogis.
c. Kegiatan yang Berhubungan dengan Seluruh Sivitas Akademika
Merupakan pedoman sinkronosasi segala kegiatan sekolah, yang kurikuler, ekstra-kurikuler, akademik/non akademik, hari-hari kerja, libur, karyawisata, hari-hari besar nasional/agama, dan sebagainya.
d. Kegiatan-kegiatan Penunjang PBM
Yaitu Bimbingab Penyuluhan (BP), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Perpustakaan.
NAMA : RAHMAYANTI ISTUNING
NIM : 2101408046
October 22nd, 2009 at 12:07 pm
yyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyyy
October 22nd, 2009 at 8:24 pm
1. Tujuan manajemen sekolah secara subtansial adalah bahwa tujuan manajemen sekolah tidak terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi, dimana sekolah mempunyai tujuan yang ingin dicapaiatau sering disebut tujuan institusional (kelembagaan ) baik itu khusus atau umum. sehingga membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien.
Sebagai contoh : Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki tujuan institusional umum yang sama, tetapi pada SMP yang diselenggarakan negaea dan yang satunya oleh yayasan tertentu akan memiliki tujuan institusioal khusus yang berbeda.
2. Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah yang meliputi:
- Perncanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengoordinasian
- Pengawasan
- Penilaian
- Pelaporan
- Penentuan anggaran
4. Karaktristik sekolah efektif adalah sebagai berikut :
1. kepemimpinan yang profesional
2. visi dan tujuan bersama.
3. lingkungan belajar.
4. konsentari belajar mengajar.
5. harapan yang tinggi.
6. penguatan/pengayaan/pemantapan yang positif.
7. pemantauan kemajuan.
8. hak dan tanggung jawab peserta didik.
9. pengajaran yang penuh makna.
10. organisasi pembelajaran.
11. kemitraan keluarga sekolah.
5. Ada empat komponen strategis dalam mencapai tujuan sekolah, yaitu komponen program, figure, culture, dan budget. Program dimaksud adalah program yang terukur dan realistis sesuai dengan dinamika regulasi dan tuntutan zaman. Figure adalah orang-orang dibalik program yang merupakan perancang sekaligus pelaku program. Culture adalah etos kerja dan komitmen terhadap tugas pokok dan fungsinya, sedangkan budget adalah anggaran yang memadai dan memungkinkan tercapainya tujuan.
7. Kategori individu atau permasalahan peseorangan dalam pengelolaan ke
mempunyai tujuan menjadi dan merasa berguna. Jika individu ini merasa putus asa dalam mengembangkan rasa memiliki harga diri melalui nilai yang dapat diterima secara sosial, ia akan berkelakuan buruk.
Ada empat tipe perilaku yang kurang baik, yaitu :
a. Perilaku untuk menrik perhatian
b. Perilaku untuk mencari kekuasaan
c. Perilaku untuk melampiaskan dendam
d. Perilaku yang memperlihatkan ketidakmampuan
Untuk membedakan keempat tipe diatas, dapat dilakukan melalui pengamalan terhadap gejala yang muncul. untuk mendeteksi gejala tersebut, dengan parameter sebagai berikut :
a. Jika guru merasa terganggu oleh tindakan murid, mungkin tujuan murid adalah untuk mencari perhatian.
b. Jika guru mersa dikalahkan atau terancam, tujuan muri tersebut mungkin untuk mencari kekuasaan.
c. Jika guru merasa tersinggung, tujuannya mungkin untuk mencari pelampiasan dendam.
d. Jika guru merasa tidak berdaya, tujuan anak mungkin untuk menunjukkan ketidakmampuannya.
Masalah yang terjadi dalam kelompok. Masalah kelompok adalah merupakanmasalah yang sumber penyebabnya adalah kelompok. Masalah-masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Kelas kurang kohesif, misalnya perbedaan jenis kelamin, suku dan tingkatan sosio ekonomi dan sebaginya.
b. Kelas mereaksi negatif terhadap salah satu anggotanya, misalnya, mengejek anggota kelas yang dalam pengajaran seni suara, menyanyi dengan suara sumbang.
c. Membesarkan hati anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok, misalnya pemberian semangat kepada badut kelas.
d. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap.
e. Semangat kerja rendah, misalnya semacam aksi protes kepada guru karena mengangap tugas yang diberikan kurang adil.
f. Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru, misalnya gangguan jadwal atau guru kelas terpaksa diganti smentara oleh guru lain, dan sebagainya.
NAMA : RULLIK DESVARINTYADI
NIM : 6101408106
PRODI : PGPJSD S1
October 22nd, 2009 at 11:59 pm
1. Manajemen sekolah bertujuan untuk membantu dan memperlancar untuk tercapainya tujuan sekolah yang efektif dan efisien
Contoh :
a. Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi
b. Dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanaj sekolah
2. - Pengorganisasian
- Perencanaan
- Pengarahan
- Pengawasan
- Penilaian
- Laporan
- Pengarahan
3. Proses manajemen sekolah adalah
a. Perencanaan
Melakukan perencanaan dengan baik dan merinci secara cermat dan menganalisis secara sistematik
b. Pengorganisaian
Mengorganisasi kegiatan agar berjalan sesuai dengan apa yang dinginkan
c. Penggerakan
Mengkondisikan suatu suasana kerja yang menyenangkan antra kepala sekolah dengan staf dan para pengajar
4. Karakteristik sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki kepemimpinan yang professional, memiliki visi dan misi yang jelas tepat dan bias menjlankanya, serta didukung dengan lingkungan belajar serta saran prasarana yang memadai dan dukungan dari keluarga sekolah
5. Mengoptimalkan nya dengan cara memberdayakan seluruh instasi yang terkait dengan sekolah tersebut ehingga terwujud sekolah yang efektif
6. -Pembagian tugas guru yang di jabarkan dari setrktur progam pengajaran, dan ketentuan tentang badan megajar wajib bagi guru, pada umumnya PNS wajib bertugas sesuai prosedur yang telah di tentukan
Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran yang terdiri dari kurikuler, kokurikuler, ekstra kurikuler.
Tugas guru dalam kegiatan PBM yaitu sebuah persiapan atau perencanaan dalam pengajaran dan melaksanakan pengajaran dan mengefaluasi hasil peljaran
7. Masalah Perorangan
Siswa yang kurang disiplin
Kenakalan siswa
Maslah ekonomi pada siswa
Masalah kelompok
Terjadinya suatu kelompok-kelompok kecil yang menjadikan siswa terpecah
Kelopok piket yang kurang disiplin dan tidak berjalan sesuai rencana
Chamdani Lukman Bachtiar
6101408093
October 23rd, 2009 at 12:00 am
1. Membantu dan memperlancar peserta didikdalam mencapai tujuan yang diinginkan secara afektif dan efesien. Contoh: 1. Para lulusan yang apat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 2. Bias berkerja sesuai kemampuan yang dimiliki atau keterampilan yang dimiliki.
2. 1. Pengorganisasian
2.Pengarahan
3. penilaian
4. pelaporan
5. penentan angaran
3. berjalannya kelembagaan dalam sekolah dalam mencapai tujuan. Contoh: kesiswaan, keuangan, personalia humas DLL yang sesuai bidang yang di miliki oleh para guru_guru
4. system kelembagaan di dalamnya berjalan sesuai yang di harapkan dari masing2 bidang yang di tentukan dan di sepakati sebelunya.
5membuat suatu rencana dalam hal kelembagaan sekolah dengan sebaik mungkin, yang dapat diterima siswa maupun rang tua siswa, untuk menunjang proses belajar mengajar agar tercipta keseimbangan yang dapat memaukan pengetahuan para siswa dan kemajuan sekolah yang lebih baik.
6. – pembagian tugas guru yng di jabarkan dari setrktur progam pengajaran, dan ketentuan beban pengajar wajib bagi guru, yaitu mentaati perturan yang ditentukan. Contoh: absensi guru dan ketentuan pengajaran.
_ tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran. Yaiti seperi halnya kurikuler, kokurikuler, ekstra kurikuler.
_ tugas guru dalam PBM yaitu mempersiapkan perencanaan, melaksanakan pengajaran dan mengevakuasi hasil pengjaran.
7. 1. Masalah perorangan
_ kurang kedisplinan siswa
_ kenakalan siswa
_ keuangan
_ sifat malas sang siswa
2 masalah kelmpok kelas
_ tidak melaksanakan pikepada wktunya
_ ramai pada saat pelajaran
_ kenakalan siswa yang akan berpengaruh pada siswa lainnya
NAMA : AHMAD TAUFIK
NIM ; 6301408055
October 23rd, 2009 at 10:19 am
1)Tujuan manajemen sekolah secara substansial adalah untuk membantu dan memperlancar untuk tercapainya tujuan sekolah yang efektif dan efisien guna meningkatkan prestise sekolah tersebut. sebagai
Contoh antara lain:
*Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi
*Dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanaj sekolah
*kualitas para luluisan bisa di pergunakan untuk terjun langsung ke masyarakat/dunia kerja.
2) yang berkaitan dengan fungsi kepsek adalah:
1. Pengorganisasian
2.Pengarahan
3. penilaian
4. pelaporan
5. penganggaran
3)Proses manajemen sekolah adalah
a. Perencanaan
Melakukan perencanaan dengan baik dan merinci secara cermat dan menganalisis secara sistematik
b. Pengorganisaian
Mengorganisasi kegiatan agar berjalan sesuai dengan apa yang dinginkan
c. Penggerakan
Mengkondisikan suatu suasana kerja yang menyenangkan antra kepala sekolah dengan staf dan para pengajar
4)Karaktristik sekolah efektif adalah sebagai berikut :
*kepemimpinan yang profesional
*visi dan tujuan bersama.
*lingkungan belajar.
*konsentari belajar mengajar.
*harapan yang tinggi.
*penguatan/pengayaan/pemantapan yang positif.
*pemantauan kemajuan.
*hak dan tanggung jawab peserta didik.
*pengajaran yang penuh makna.
* organisasi pembelajaran.
*kemitraan keluarga sekolah.
5)membuat suatu rencana dalam hal kelembagaan sekolah dengan sebaik mungkin, yang dapat diterima siswa maupun rang tua siswa, untuk menunjang proses belajar mengajar agar tercipta keseimbangan yang dapat memaukan pengetahuan para siswa dan kemajuan sekolah yang lebih baik.
6)– pembagian tugas guru yng di jabarkan dari setrktur progam pengajaran, dan ketentuan beban pengajar wajib bagi guru, yaitu mentaati perturan yang ditentukan. Contoh: absensi guru dan ketentuan pengajaran.
_ tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran. Yaiti seperi halnya kurikuler, kokurikuler, ekstra kurikuler.
_ tugas guru dalam PBM yaitu mempersiapkan perencanaan, melaksanakan pengajaran dan mengevakuasi hasil pengjaran.
7) 1. masalah perorangan
* kurang kedisplinan siswa
*kenakalan siswa
*keuangan
*sifat malas sang siswa
*keributan antara siswa
*siswa tidak mengerjakan tugas
2.masalah kelmpok kelaS
* tidak melaksanakan piket pada waktunya
*ramai pada saat pelajaran
*kenakalan siswa yang akan berpengaruh pada siswa lainnya
Nama :Anggi feri setiadi
NIM : 6101408126
JURUSAN : PGPJSD.S1
October 23rd, 2009 at 10:29 am
2. #pengorganisasian
#perencanaan
#pengarahan
#pengawasan
#penilaian
#pelaporan
#penentuan anggaran
4. Karateristik sekolah efektif adalah adanya komponen-komponen yang lengkap, baik sarana dan prasarana maupun para pendidik yang ada. manajemen yang dikelola pun harus jelas adanya. kepedulian terhadap tugas yang diemban harus benar2 dilakukan dengan penuh tanggung jawab baik siswa, pengajar maupun para staf tata usaha.
5. mewujudkan sekolah efektif harus melibatkan semua komponen di sekolah tersebut. figur pemimpin yang menguasai kondisi internal maupun eksternal sangat diperlukan dalam perwujudan sekolah efektif. pengorganisasian dan pengaturan pun tidak lepas dari perwujudan sekolah efektif.
1.tujuannya adalah mewujudkan visi dan misi yang hendAK di capai oleh sekolah
contoh: mampu bekerja sesuai dengan kemampuannya
6.*Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/Pengajar
*Tugas guru dugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran
*Tugas guru dalam kegiatan PBM
7.permasalahan perorangan:
#membuat gaduh kelas
#tingkat disiplin rendah
permasalahan kelompok
#kesenjangan sosial antar anak sehingga menimbulkan persaingan antar genk
NAMA : Nur Fajar Ariwibowo
NIM :6301408150
October 23rd, 2009 at 12:58 pm
2. Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah
fungsi/kegiatan manajerial, yang meliputi:
1. Perncanaan
2. Pengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengoordinasian
5. Pengawasan
6. Penilaian
7. Pelaporan
8. Penentuan anggaran
4. Karaktristik sekolah efektif adalah sekolah yang berhasil mencapai target dan nyaman bagi semua anggota sekolah tersebut dengan kata lain yaitu :
1. kepemimpinan yang profesional
2. visi dan tujuan bersama.
3. lingkungan belajar.
4. konsentari belajar mengajar.
5. harapan yang tinggi.
6. penguatan/pengayaan/pemantapan yang positif.
7. pemantauan kemajuan.
8. hak dan tanggung jawab peserta didik.
9. pengajaran yang penuh makna.
10. organisasi pembelajaran.
11. kemitraan keluarga sekolah.
3. Macam-macam proses manajemen:
a. Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam mengikuti lomba antar pelajar.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: pembagian kerja sesuai bidan dan kemampuannya.
c. Penggerakan (Actuating)
Contoh: melakukan kerja sesuai planing dan target yang sudah ditentukan.
5. Mewujudkan sekolah efektif yaitu dengan memaksimalkan kinerja di sekolah tersebut dengan profesionalisme kerja dan target yang relistis untuk di capai serta memberdayakan dan melibatkan seluruh unsur/elemen di sekolah dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar nantinya hasil dari kegiatan tersebut bisa maksimal sehingga dapat tercapai tujuan dari sekolah efektif/sekolah sukses tersebut.
6. Jenis-jenis kegitan dalam manajemen kurikulum yaitu :
a. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/Pengajar
1. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. Dalam hal ini beban mengajar maksimum guru dalam 1 minggu adalah 24 jam pelajaran dengan setiap 1 jam pelajaran berlangsung selama 45 menit.
2. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran, meliputi:
a. Jadwal pelajaran kurikuler, kokurikuler, dan ekstra-kurikuler
- Jadwal pelajaran kurikuler, disusun secara edukatif oleh guru/tim guru dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan akademik;
- Jadwal pelajaran kokurikuler, disusun secara strategik sesuai situasi dan kondisi individual /kelompok peserta didik/siswa;
- jadwal pelajaran ekstra-kurikuler, disusun di luar jam pelajaran kurikuler dan program kokurikuler.
b. Jadwal pelajaran tatap muka dan non tatap muka
3. Tugas guru dalam kegiatan PBM
Merupakan serangkaian kegiatan pengajaran/instruksional untuk mencaoai hasil pengajaran yang optimal, yaitu:
- Membuat persiapan/perencanaan pengajaran (desain instruksional);
- Melaksanakan pengajaran (termasuk pengelolaan kelas);
- Mengevaluasi hasil pengajaran.
b. Kegiatan yang Berhubungan dengan Peserta Didik/Siswa
Kegiatan peserta didik demi suksesnya PBM tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah secara pedagogis.
c. Kegiatan yang Berhubungan dengan Seluruh Sivitas Akademika
Merupakan pedoman sinkronosasi segala kegiatan sekolah, yang kurikuler, ekstra-kurikuler, akademik/non akademik, hari-hari kerja, libur, karyawisata, hari-hari besar nasional/agama, dan sebagainya.
d. Kegiatan-kegiatan Penunjang PBM
Yaitu Bimbingan Penyuluhan (BP), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Perpustakaan.
Nama :Said Luqmana
NIM :6301408036
Jurusan:PKLO
October 23rd, 2009 at 1:06 pm
1.Menejemen sekolah membantu dalam dunia pendidikan,karena dapat membantu sekolah untuk menjadi sekolah yang efektif.Dan pada jenjang yang lebih tinggi dapat menciptakan SDM yg dapat berkerja pada bidang yang ditekuninya.
Contoh : Dapat berkembang lebih baik dimasyarakat.
: Mempunyai ketrampilan yang memaadai.
2. - Pengorganisasian
- Perencanaan
- Pengarahan
- Pengawasan
- Penilaian
- Laporan
- Pengarahan
4.. Karaktristik sekolah efektif adalah sebagai berikut :
1. kepemimpinan yang profesional
2. visi dan tujuan bersama.
3. lingkungan belajar.
4. konsentari belajar mengajar.
5. harapan yang tinggi.
6. penguatan/pengayaan/pemantapan yang positif.
7. pemantauan kemajuan.
8. hak dan tanggung jawab peserta didik.
9. pengajaran yang penuh makna.
10. organisasi pembelajaran.
11. kemitraan keluarga sekolah.
5.Dalam mewujudkan sekolah efektif,diperlukan komunikasi yang baik antara siswa dan guru,baik dibidang akademik atau non akademik,sekolah efektif harus mempynyai visi dan misi yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan.
6.Membuat jadwal yang sistematis.
Dapat mengevaluasi kegiatan.
Dapat memotivasi keadaan yang kurang baik.
NAMA : Fardhan Aji P
NIM : 6301408174
Jurusan : PKLO
Rombel : 31
October 23rd, 2009 at 1:22 pm
1.
2.Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah fungsi/kegiatan manajerial, yaitu:
- Perncanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengoordinasian
- Pengawasan
- Penilaian
- Pelaporan
- Penentuan anggaran
3.Macam-macam proses manajemen yang berkaitan dengan fungsi Manajemen sekolah:
a. Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan yang meliputi tujuan, biaya, efektivitas kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: Kepala sekolah menempatkan staf-stafnya sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian mereka.
c. Penggerakan (Actuating)
Contoh: Kepala sekolah memerintahkan kepada seluruh guru agar selalu hadir tepat waktu di sekolah, terutama pada saat jam mengajar dan memberikan sanksi bagi guru yang melanggar.
4. Karakteristik sekolah efektif adalah mampu bersaing serta …
a. Kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran;
b. Pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran;
c. Iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran;
d. harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu;
e. Penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa
6. #Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/Pengajar
#Tugas guru dugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran
#Tugas guru dalam kegiatan PBM
1. Tujuannya adalah membantu dan memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai sekolah secara efektif dan efisien, sehingga sekolah dapat menjalankan tugas kelembagaanya dengan baik dan benar yaitu dengan…
- Dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan
- Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan diatasnya
- Tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana dengan baik
NAMA : Aries pradana
NIM : 6301408096
October 23rd, 2009 at 2:29 pm
JJJJJJJJ
October 23rd, 2009 at 3:43 pm
2. Fungsi manajemen sekolah dan yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah fungsi/kegiatan manajerial, yang meliputi:
- planning / perencanaan
- Organizing / Perorganisasian
- penkoordinasian
- Controling / Pengawasan / Pengarahan
- Evaluating / mengadakan Evaluasi
- Solution / pemberi solusi
3. Macam-macam proses manajemen:
a. Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam rangkakegiatan belajar yang meliputi dari kurikulum, penentuan guru pengajar, dan efektivitas kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: Kepala sekolah menempatkan staf-stafnya sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian mereka.
c. Pelaksanaan (Actuating)
Contoh: Kepala sekolah memerintahkan kepada seluruh guru agar selalu hadir tepat waktu di sekolah, terutama pada saat jam mengajar dan memberikan sanksi bagi guru yang melanggar.
d. Controling / Pengawasan / Pengarahan
contoh: kepala sekolah selalu mengawasi segala bentuk kegiatan didalam sekolah, dan memberikan pengarahan kepada seluruh staf guru dan tenaga lainnya dalam rangka suksesnya kegiatan belajar di sekolah.
e. Evaluating / mengadakan Evaluasi
contoh : kepala sekolah selalu memgadakan valuasi kepada seluruh staf sekolah guna kesempurnaan dalam kegiatan belajar mengajarnya.
f. Solution / pemberi solusi
contoh : kepala sekolah memberi solusi kepada siswa-siswi yang kurang mampu.
4. Sekolah yang mempunyai input (masukan) yang baik, yaitu dalam menerima siswa baru menggunakan syarat-syarat tertentu ( tidak asal menerima siswa baru) dan proses belajar yang secara aktif atau ada keterlibatan berbagai pihak terutama siswa dan guru sebagai subjek belajar. dan output (keluaran) yang baik yaitu lulusan yang bermutu sebagai sentral tujuan pendidikan.
Contoh Karakteristik sekolah efektif adalah:
a. Kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran;
b. Pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran;
c. Iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran;
d. harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu;
e. Penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa. (Edmons (1979)).
Jadi karakteristik sekolah efektif adalah sekolah yang nyaman bagi pserta didik dalam menuntut ilmu sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan menguasai ilmu pengetahuan.
5.Strategi untuk mewujudkan sekolah efektif adalah dengan memberdayakan dan melibatkan seluruh unsur/elemen di sekolah dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar nantinya hasil dari kegiatan tersebut bisa maksimal sehingga dapat tercapai tujuan dari sekolah efektif/sekolah sukses tersebut. kemudian, Untuk mewujudkan sekolah efektif diperlukan adanya kepemimpinan yang profesional agar semua lembaga yang ada didalamnya dapat bekerja dengan baik. serta mempunyai visi dan tujuan bersama. serta membuat pengajaran yang penuh makna dan membuat lingkungan belajar yang kondusif.
6. Jenis-jenis kegitan dalam manajemen kurikulum secara khusus
- Membuat disain instruksional yang baik
- Melaksanakan pengajaran
- Mengevaluasi hasil pengajaran
- Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran
Jenis-jenis kegitan dalam manajemen kurikulum secara umum
a. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/Pengajar
1. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. Dalam hal ini beban mengajar maksimum guru dalam 1 minggu adalah 24 jam pelajaran dengan setiap 1 jam pelajaran berkangsung selama 45 menit.
2. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran, meliputi:
a. Jadwal pelajaran kurikuler, kokurikuler, dan ekstra-kurikuler
- Jadwal pelajaran kurikuler, disusun secara edukatif oleh guru/tim guru dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan akademik;
- Jadwal pelajaran kokurikuler, disusun secara strategik sesuai situasi dan kondisi individual /kelompok pserta didik/siswa;
- jadwal pelajaran ekstra-kurikuler, disusun di luar jam pelajaran kurikuler dan program kokurikuler.
b. Jadwal pelajaran tatap muka dan non tatap muka
3. Tugas guru dalam kegiatan PBM
Merupakan serangkaian kegiatan pengajaran/instruksional untuk mencapai hasil pengajaran yang optimal, yaitu:
- Membuat persiapan/perencanaan pengajaran (desain instruksional);
- Melaksanakan pengajaran (termasuk pengelolaan kelas);
- Mengevaluasi hasil pengajaran.
b. Kegiatan yang Berhubungan dengan Peserta Didik/Siswa
Kegiatan peserta didik demi suksesnya PBM tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah secara pedagogis.
c. Kegiatan yang Berhubungan dengan Seluruh Sivitas Akademika
Merupakan pedoman sinkronosasi segala kegiatan sekolah, yang kurikuler, ekstra-
Dian Defiana
5401408051
PKK, S1 (Tata Busana)
October 23rd, 2009 at 4:05 pm
2. Fungsi manajemen sekolah dan yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah fungsi/kegiatan manajerial, yang meliputi:
- planning / perencanaan
- Organizing / Perorganisasian
- penkoordinasian
- Controling / Pengawasan / Pengarahan
- Evaluating / mengadakan Evaluasi
- Solution / pemberi solusi
3. Macam-macam proses manajemen:
a. Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam rangka kegiatan belajar yang meliputi dari kurikulum, penentuan guru pengajar, dan efektivitas kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu panjang.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: Kepala sekolah menempatkan staf-stafnya sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian mereka.
c. Pelaksanaan (Actuating)
Contoh: Kepala sekolah memerintahkan kepada seluruh guru dan siswa agar selalu hadir tepat waktu di sekolah, terutama pada saat jam mengajar dan memberikan sanksi bagi guru/siswa yang melanggar.
d. Controling / Pengawasan / Pengarahan
contoh: kepala sekolah selalu mengawasi segala bentuk kegiatan didalam sekolah, dan memberikan pengarahan kepada seluruh staf guru dan tenaga lainnya dalam rangka suksesnya kegiatan belajar di sekolah.
e. Evaluating / mengadakan Evaluasi
contoh : kepala sekolah selalu mengadakan evaluasi kepada seluruh staf sekolah guna meningkatkan kesempurnaan dalam kegiatan belajar mengajarnya.
f. Solution / pemberi solusi
contoh : kepala sekolah memberi solusi kepada siswa-siswi yang kurang mampu dalam peljaran.
4. Sekolah yang mempunyai input (masukan) yang baik, yaitu dalam menerima siswa baru menggunakan syarat-syarat tertentu ( menggunakan seleksi test ) dan proses belajar yang secara aktif atau ada keterlibatan berbagai pihak terutama siswa dan guru sebagai subjek belajar. dan output (keluaran) yang baik yaitu lulusan yang bermutu sebagai sentral tujuan pendidikan.
Contoh Karakteristik sekolah efektif adalah:
a.kepemimpinan yang profesional
b.visi dan tujuan bersama
c.lingkungan belajar yang nyaman
d.konsenrsi belajar mengajar
e.pemantapan yang positif
d.harapan yang tinggi
e.pemantauan kemajuan
f.hak dan tanggungjawab peserta didik
g.pengajaran yang penuh makna
h.organisasi pembelajaran
i. kemitraan keluarga sekolah
Jadi karakteristik sekolah efektif adalah sekolah yang nyaman bagi pserta didik dalam menuntut ilmu sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan menguasai ilmu pengetahuan.
5.Strategi untuk mewujudkan sekolah efektif adalah dengan memberdayakan dan melibatkan seluruh sumber daya dan unsur/elemen di sekolah dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah, agar terwujud hasil dari kegiatan tersebut bisa maksimal sehingga dapat tercapai tujuan dari sekolah efektif/sekolah sukses tersebut. kemudian, Untuk mewujudkan sekolah efektif diperlukan adanya kepemimpinan yang profesional agar semua lembaga yang ada didalamnya dapat bekerja dengan baik. serta mempunyai visi dan tujuan bersama. serta membuat pengajaran yang penuh makna dan membuat lingkungan belajar yang kondusif.
6. Jenis-jenis kegitan dalam manajemen kurikulum secara khusus
- Membuat disain instruksional yang baik
- Melaksanakan pengajaran
- Mengevaluasi hasil pengajaran
- Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran
Jenis-jenis kegitan dalam manajemen kurikulum secara umum
a. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/Pengajar
1. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. Dalam hal ini beban mengajar maksimum guru dalam 1 minggu adalah 24 jam pelajaran dengan setiap 1 jam pelajaran berkangsung selama 45 menit.
2. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran, meliputi:
a. Jadwal pelajaran kurikuler, kokurikuler, dan ekstra-kurikuler
- Jadwal pelajaran kurikuler, disusun secara edukatif oleh guru/tim guru dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan akademik;
- Jadwal pelajaran kokurikuler, disusun secara strategik sesuai situasi dan kondisi individual /kelompok pserta didik/siswa;
- jadwal pelajaran ekstra-kurikuler, disusun di luar jam pelajaran kurikuler dan program kokurikuler.
b. Jadwal pelajaran tatap muka dan non tatap muka
3. Tugas guru dalam kegiatan PBM
Merupakan serangkaian kegiatan pengajaran/instruksional untuk mencapai hasil pengajaran yang optimal, yaitu:
- Membuat persiapan/perencanaan pengajaran (desain instruksional);
- Melaksanakan pengajaran (termasuk pengelolaan kelas);
- Mengevaluasi hasil pengajaran.
b. Kegiatan yang Berhubungan dengan Peserta Didik/Siswa
Kegiatan peserta didik demi suksesnya PBM tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah secara pedagogis.
c. Kegiatan yang Berhubungan dengan Seluruh Sivitas Akademika
Merupakan pedoman sinkronosasi segala kegiatan sekolah, yang kurikuler, ekstra.
Dyah Pramesti Pramaiswara
5401408105
PKK, S1 ( tata busana )
October 23rd, 2009 at 5:09 pm
1. tujuan manajemen sekolah subtansional :
untuk mencapai misi dan visi akan dicapai
contoh: suatu sekolah memiliki visi dan misi menghasilkan lulusan yang langsung kerja , maka agar misi visi ini tercapai harus adanya manajemen dengan pemberian pedidikan tetang ketrampilan/usaha dan sekolah mengadakan hubungan dengan perusahaan agar setelah lulus siswa bisa langsung kerja.
2. fungsi- fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah :
* pengawasan terhadap kerja staf sekolah.
* mengatur lembaga yang ada didalam sekolah
* merencanakan kegiatan yang akan dilakukan seperti merencanakan pembangunan gedung.
3. proses manajemen dan contohnya:proses dalam manajemen sekolah semua saling berkaitan dari perencanan , pengorganisasian , penggerakan,dan pengawasan sehingga kalau itu berjalan dengan baik maka proses manajemen akan lancar.
=perencanaan : merencanakan kegiatan yang hendak dilakukan pada masa yang akan datang . contoh : sekolah mengadakan lomba sepak bola bulan depan .
=pengorganisasian : merancang struktur dalam sekolah. contoh : menetapkan staf- staf sekolah sesuai bidangnya.
=penggerakan : melakukan dorongan / usaha untuk melaksanakan suatu kegiatan . contoh : kepala sekolah akan mengadakan lomba bagi guru- guru untuk ikut berpartisipasi
=pengawasan : pengamatan terhadap semua kegiatan organisasi . contoh : kepala sekolah ikut bertugas mengawasi jalannya lomba.
6.manajemen kurikulum
- penyusunan struktur lembaga sekolah
contoh: pembagian organisasi seperti pembagian tugas guru dan staf sekolah
- pembuatan perencanaan pembelajaran
conto : membuat rancangan pembelajaran tiap materi pengajaran
- pembuatan jadwal pengajaran bagi tiap - tiap guru pelajaran
contoh : pembagian kelas bagi guru - guru mata pelajaran
7 masalah perorangan : pengajar ,dimana tidak semua pengajar memiliki kemampuan yang sama dala pengolahan kelas .
masalah kelompok : biasanya siswanya , dalam kelas pasti banyak kelompok siswa yang membuat gaduh sehingga kelas jadi ramai .
NAMA :AGUS SETYONO
NIM : 6101408114
October 23rd, 2009 at 8:18 pm
2.Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah fungsi/kegiatan manajerial, diantaranya adalah:
- planning / perencanaan
- Organizing / Perorganisasian
- penkoordinasian
- Controling / Pengawasan / Pengarahan
- Evaluating / mengadakan Evaluasi
- Solution / pemberi solusi
3.Penggolongan manajemen yang berkaitan dengan fungsi manajemen sekolah:
a. Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam rangka memperingati hari pahlawan yang meliputi tujuan, biaya, efektivitas kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: Kepala sekolah menempatkan staf-stafnya sesuai dengan keterampilan, kemampuan dibidang keahlian masing-masing.
c. Penggerakan (Actuating)
Contoh: Kepala sekolah memerintahkan kepada seluruh guru agar selalu disiplin di sekolah, terutama pada saat jam mengajar dan memberikan sanksi bagi guru yang melanggar.
4.Karakteristik sekolah efektif adalah:
a. Kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran;
b. Pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran;
c. Iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran;
d. harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu;
e. Penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar .
Jadi karakteristik sekolah efektif adalah sekolah yang nyaman bagi pserta didik dalam menuntut ilmu sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan menguasai ilmu pengetahuan.
5. Ada empat komponen strategis untuk mencapai tujuan sekolah, yaitu komponen program, figure, culture, dan budget. Program dimaksud adalah program yang terukur dan realistis sesuai dengan dinamika regulasi dan tuntutan zaman. Figure adalah orang-orang dibalik program yang merupakan perancang sekaligus pelaku program. Culture adalah etos kerja dan komitmen terhadap tugas pokok dan fungsinya, sedangkan budget adalah anggaran yang memadai dan memungkinkan tercapainya tujuan.
6. Jenis-jenis kegitan dalam manajemen kurikulum yaitu :
a. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/Pengajar
1. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. Dalam hal ini beban mengajar maksimum guru dalam 1 minggu adalah 24 jam pelajaran dengan setiap 1 jam pelajaran berlangsung selama 45 menit.
2. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran, meliputi:
a. Jadwal pelajaran kurikuler, kokurikuler, dan ekstra-kurikuler
- Jadwal pelajaran kurikuler, disusun secara edukatif oleh guru/tim guru dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan akademik;
- Jadwal pelajaran kokurikuler, disusun secara strategik sesuai situasi dan kondisi individual /kelompok peserta didik/siswa;
- jadwal pelajaran ekstra-kurikuler, disusun di luar jam pelajaran kurikuler dan program kokurikuler.
b. Jadwal pelajaran tatap muka dan non tatap muka
3. Tugas guru dalam kegiatan PBM
Merupakan serangkaian kegiatan pengajaran/instruksional untuk mencaoai hasil pengajaran yang optimal, yaitu:
- Membuat persiapan/perencanaan pengajaran (desain instruksional);
- Melaksanakan pengajaran (termasuk pengelolaan kelas);
- Mengevaluasi hasil pengajaran.
b. Kegiatan yang Berhubungan dengan Peserta Didik/Siswa
Kegiatan peserta didik demi suksesnya PBM tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah secara pedagogis.
c. Kegiatan yang Berhubungan dengan Seluruh Sivitas Akademika
Merupakan pedoman sinkronosasi segala kegiatan sekolah, yang kurikuler, ekstra-kurikuler, akademik/non akademik, hari-hari kerja, libur, karyawisata, hari-hari besar nasional/agama, dan sebagainya.
d. Kegiatan-kegiatan Penunjang PBM
Yaitu Bimbingan Penyuluhan (BP), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Perpustakaan.
NAMA : DIMAS ARIFANDI
NIM : 6301408011
JUR : PKLO
October 24th, 2009 at 10:18 am
2. kegiatan manajerial yang dilakukan oleh kepal sekolah meliputi:
a) planning / perencanaan
b) Organizing / Perorganisasian
c) penkoordinasian
d) Controling / Pengawasan / Pengarahan
e) Evaluating / mengadakan Evaluasi
f) Solution / pemberi solusi
3. Macam-macam proses manajemen:
a) Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan yang meliputi tujuan, biaya, efektivitas kegiatan yang akan dilaksanakan.
b) Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: Kepala sekolah menempatkan staf-stafnya sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian mereka.
c) Penggerakan (Actuating)
Contoh: Kepala sekolah memerintahkan kepada seluruh guru agar selalu hadir tepat waktu di sekolah, terutama pada saat jam mengajar dan memberikan sanksi bagi guru yang melanggar.
4. Sekolah yang mempunyai input (masukan) yang baik, yaitu dalam menerima siswa baru menggunakan syarat-syarat tertentu ( menggunakan seleksi test ) dan proses belajar yang secara aktif atau ada keterlibatan berbagai pihak terutama siswa dan guru sebagai subjek belajar. dan output (keluaran) yang baik yaitu lulusan yang bermutu sebagai sentral tujuan pendidikan.
ada lima karakteristik sekolah efektif yaitu:
(1) kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran
(2) pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran
(3) iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran
(4) harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu
(5) penilain siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa
5. Strategi untuk mewujudkan sekolah efektif adalah dengan memberdayakan dan melibatkan seluruh unsur/elemen di sekolah dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar nantinya hasil dari kegiatan tersebut bisa maksimal sehingga dapat tercapai tujuan dari sekolah efektif/sekolah sukses tersebut.
6. kegiatan dalam manajemen kurikulum
1) pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru, pelaksanaan wajib bertugas tersebut dapat bervariasi sesuai kebijakan masing-masing daerah berdasarkan iklim, pengaturan kepadatan lalu lintas, termasuk bertugas lima hari seminggu
2) tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran
ada tiga jenis jadwal pelajaran untuk guru
a) jadwal pelajaran kurikuler
jadwal pelajaran kurikuler disusun secara edukatif oleh guru/ tim guru dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan akademik seperti; keseimbangan berat/ringannya pelajaran setiap hari, pengaturan mata pelajaranyang mana yang perlu didahulukan/ di tengah atau di akhir pelajaran
b) kokurikuler
disusun secara strategis sesuai situasi dan kondisi individual/ kelompok peserta didik / siswa sehingga seperti PR atau tugas benar-benar dapat meningkatkan pemahaman, ketrampilan, serta mencerna materi pelajaran secara efektif dan efesien.
c) ekstra kurikuler
disusun di luar jam pelajaran kurikuler dan program kokurikuler,biasanya bersifat mengembangkan ekspresi, minat, hobi, bakat dan prestasi.
3) tugas guru dalam kegiatan PBM
tugas ini merupakan serangkaian kegiatan pelajaran/instruksional untuk mencapai hasil pengajaran yang optimal, yaitu:
a) membuat persiapan/ perencanaan pengajaran(desain instruksional)
b) melaksanakan pengajaran(termasuk pengelolaan kelas)
c)mengevaluasi hasil pengajaran, yang secara singkat
NAMA : TITI WURYANI
NIM : 2101408033
October 24th, 2009 at 10:21 am
2. kegiatan manajerial yang dilakukan oleh kepala sekolah meliputi:
a) planning / perencanaan
b) Organizing / Perorganisasian
c) penkoordinasian
d) Controling / Pengawasan / Pengarahan
e) Evaluating / mengadakan Evaluasi
f) Solution / pemberi solusi
3. Macam-macam proses manajemen:
a) Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan yang meliputi tujuan, biaya, efektivitas kegiatan yang akan dilaksanakan.
b) Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: Kepala sekolah menempatkan staf-stafnya sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian mereka.
c) Penggerakan (Actuating)
Contoh: Kepala sekolah memerintahkan kepada seluruh guru agar selalu hadir tepat waktu di sekolah, terutama pada saat jam mengajar dan memberikan sanksi bagi guru yang melanggar.
4. Sekolah yang mempunyai input (masukan) yang baik, yaitu dalam menerima siswa baru menggunakan syarat-syarat tertentu ( menggunakan seleksi test ) dan proses belajar yang secara aktif atau ada keterlibatan berbagai pihak terutama siswa dan guru sebagai subjek belajar. dan output (keluaran) yang baik yaitu lulusan yang bermutu sebagai sentral tujuan pendidikan.
ada lima karakteristik sekolah efektif yaitu:
(1) kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran
(2) pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran
(3) iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran
(4) harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu
(5) penilain siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa
5. Strategi untuk mewujudkan sekolah efektif adalah dengan memberdayakan dan melibatkan seluruh unsur/elemen di sekolah dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar nantinya hasil dari kegiatan tersebut bisa maksimal sehingga dapat tercapai tujuan dari sekolah efektif/sekolah sukses tersebut.
6. kegiatan dalam manajemen kurikulum
1) pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru, pelaksanaan wajib bertugas tersebut dapat bervariasi sesuai kebijakan masing-masing daerah berdasarkan iklim, pengaturan kepadatan lalu lintas, termasuk bertugas lima hari seminggu
2) tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran
ada tiga jenis jadwal pelajaran untuk guru
a) jadwal pelajaran kurikuler
jadwal pelajaran kurikuler disusun secara edukatif oleh guru/ tim guru dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan akademik seperti; keseimbangan berat/ringannya pelajaran setiap hari, pengaturan mata pelajaranyang mana yang perlu didahulukan/ di tengah atau di akhir pelajaran
b) kokurikuler
disusun secara strategis sesuai situasi dan kondisi individual/ kelompok peserta didik / siswa sehingga seperti PR atau tugas benar-benar dapat meningkatkan pemahaman, ketrampilan, serta mencerna materi pelajaran secara efektif dan efesien.
c) ekstra kurikuler
disusun di luar jam pelajaran kurikuler dan program kokurikuler,biasanya bersifat mengembangkan ekspresi, minat, hobi, bakat dan prestasi.
3) tugas guru dalam kegiatan PBM
tugas ini merupakan serangkaian kegiatan pelajaran/instruksional untuk mencapai hasil pengajaran yang optimal, yaitu:
a) membuat persiapan/ perencanaan pengajaran(desain instruksional)
b) melaksanakan pengajaran(termasuk pengelolaan kelas)
c) mengevaluasi hasil pengajaran,
NAMA : TITI WURYANI
NIM : 2101408033
October 24th, 2009 at 11:42 am
1. Tujuan manajemen sekolah secara substansial yaitu untuk membantu dan mempelancar untuk tercapainya tujuan suatu sekolah yang eektif dan efesien.
contoh:
a) Sekolah mempunyai misi dan visi ,sehingga peserta didiknyadapat lulus dan bisa melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi (bisa langsung kerja bila lulus dari SMA/SMK).
b) Dapat bekerja sesuai bidang/keahliannya.
2. Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah:
a) Pengorganisasian
b) Perencanan
c) Pengawasan/pengarahan
d) Pengkoordinasian
e) Evaluasi/mengadakan evaluasi
f) Solusi/memberi solusi.
3) Proses manajemen
a) Perencanaan(planning)
contoh:
Sekolah merencanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan kegiatn lainnya yang berkaitan dengan pendidikan.
b) Pengorganisasian (organizing)
contoh:
Kepala sekolah menetapkan jajaran stafnya dengan sesuai bidang keahliannya.
d) Pelaksanaan (actuating)
contoh:
Kepala sekolah menerapkan sangsi kepada sitiap guru atau stafnya bila datang terlambat atau tidak bekerja sesuai aturan yang berlaku.
e) Pengawasan/pengarahan (controling)
contoh:
Kepala sekolah selalu mengawasi kegiatan dalam lingkungan sekolah dan pengarahan terhadap guru dan staf-stafnya,agar kegiatan sekolah berjalan dengan baik ,efesien dan ektif.
f) Evalution
contoh:
Kepala sekolah selalu memberikan evaluasi kepada guru dan staf-stafnya supaya dapat diperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah terjadi sehingga kedepannya bisa berjalan dengan lebih baik lagi.
g) Solution:
Kepala sekolah memberikan solusi terhadap guru dan staf-stafnya bila mengalami suatu masalah/kesulitan dalam kegiatan yang menyangkut sekolah.
4. Karekteristik sekolah efektif yaitu sekolah yang memiliki input baik yaitu dengn menggunakan syarat-syarat atau seleksi tertentu dalam menerima siswa baru ,dan proses belajar aktif atau ada keterlibatan dari berbagai pihak terutama siswa dan guru sebagai subjek belajar dan memliki out put yang baik pula yaitu semua siswa lulus dengan bermutu sebagai sentraltujuan pendidikan.
7. Masalah perseorangan
contoh:
a)Siswa tidak mengerjakan PR.
b)Kenakalan satu siswa.
c)Tidak disiplinnya siswa.
Maslah kelompok
contoh:
a) Tugas piket kelas tidak berjalan.
b) Kenakalan siswa yang berakibatkan kepada siswa lainnya.
c) Adanya geng dalam suatu kelas.
NAMA : ARIEF SURAKHMAT
NIM :6101408220
PRODI: PGSD PENJAS
October 24th, 2009 at 11:45 am
2. Fungsi-fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah fungsi manajemen sekolah yang berhubungan dengan kegiatan manajerial yang dilakukan oleh pemimpin.
Kegiatan manajerial meliputi:
a.Perncanaan
b.Pengorganisasian
c.Pengarahan
d.Pengoordinasian
e.Pengawasan
f.Penilaian
g.Pelaporan, dan
h.Penentuan anggaran
3. Proses manajemen dikenal dengan singkatan POAC, yang meliputi:
a. Perencanaan (Planning)
> yaitu, proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan dalam waktu tertentu menetapkan jalan serta sumber yang untuk mencapai tujuan itu seefektif dan seefisien mungkin.
Contoh:
1) Menyusun tujuan-tujuan yang hendak dicapai oleh sekolah, seperti meningkatkan akreditasi, meningkatkan jumlah kelulusan, meningkatkan standar kompetensi, dll.
2) Menyusun anggaran yang dibutuhkan untuk menunjang pencapaian tujuan yang direncanakan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
> yaitu, suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan, dan mengatur serta membagi tugas-tugas atau pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efisien.
Contoh:
1) Pembagian tugas sesuai bidang masing-masing anggota komponen sekolah baik secara perorangan maupun kelompok. Misalnya bidang kurikulum, bidang sarana-prasarana, bidang kesiswaan, dll.
2)vMenentukani cara-cara yang akan ditempuh untuk mewujudkan tujuan yang telah dirancang agar seefektif dan seefisien mungkin.
c. Penggerakan (Actuating)
> keseluruhan usaha, teknik, dan metode untuk mendorong para anggota organisasi agar mau bekerja keras demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien, efektif, dan ekonomis.
Contoh:
1) Kepala sekolah memotivasi para bawahannya agar bekerja sesuai target yang telah ditentukan.
2) Para anggota mengerahkan segala kemampuannya dan bekerja secara ikhlas.
3) Seluruh komponen bekerja sama untuk bekerja mewujudkan tujuan sekolah.
4) Pengkondisian suasana kerja yang baik dan mendukung.
d. Pengawasan ( Controlling)
> Proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi guna lebih menjamin bahwa semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah dilakukan sebelumnya.
Contoh:
1) Kepala sekolah mengevaluasi dan mengoreksi kesalahan kinerja guru dan komponen sekolah yang lain.
2) Kepala sekolah selalu mengawasi kinerja guru agar tidak menyimpang yang dapat menyebabkan tidak tercapainya target sekolah.
4. Sekolah efektif adalah sekolah yang memiliki manajemen yang baik, yang dapat memenuhi target yang telah direncanakan sebelumnya. Sekolah efektif memiliki visi dan misi yang jelas. Kurikulum juga disusun secara rapi dan terencana sehingga proses pembelajaran berlangsung secara lancar. Untuk memiliki suatu manajemen yang baik itu, sekolah harus memiliki kepala sekolah yang yang memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat, yaitu sebagai manajer yang dapat memanajemen semua guru dan staf yang ada agar dapat bekerja bersama-sama secara cooperatif. Kedisiplinan dari semua komponen sekolah merupakan hal utama untuk membangun sekolah efektif.
Sekolah mempunyai fokus sistemnya tersendiri
Karakteristik sekolah efektif meliputi:
1) Memiliki visi dan misi yang jelas dan dijalankan dengan konsisten
2) Lingkungan sekolah yang baik, dan adanya disiplin serta keteraturan di kalangan pelajar dan staf
3) Kepemimpinan kepala sekolah yang kuat
4) Penghargaan bagi guru dan staf serta siswa yang berprestasi
5) Pendelegasian wewenang yang jelas
6) Dukungan orangtua siswa dan masyarakat sekitar
7) Sekolah mempunyai rancangan program yang jelas
9) Pelajar diberi tanggung jawab
10) Guru menerapkan strategi-strategi pembelajaran inovatif
11) Evaluasi yang berkelanjutan
12) Kurikulum sekolah yang terancang dan terintegrasi satu sama lain
13) Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam membantu pendidikan anak-anaknya
14) Dukungan yang efektif dari sistem pendidikan
15) Dukungan materi yang cukup
16) Fleksibilitas dan otonomi,
17) Waktu pembelajaran yang cukup di sekolah
18) Harapan yang tinggi dari siswa
19) Sikap yang positif dari para guru
20)Peraturan dan disiplin.
5. Strategi mewujudkan sekolah efektif yaitu dengan cara perencaan secara matang dan pengelolaan yang baik. Mengelola sekolah dengan baik secara menyeluruh dan melibatkan seluruh komponen sekolah dengan memperhatikan pendekatan makro dan pendekatan mikro yaitu dengan memberi fokus secara lebih luas pada institusi sekolah yang berkenaan dengan kondisi keseluruhan sekolah seperti iklim sekolah dan individu-individu yang terlibat di sekolah baik guru, siswa, dan kepala sekolah serta peranannya masing-masing dan hubungan yang terjadi satu sama lain..
Untuk mewujudkan suatu sekolah yang efektif perlu didukung oleh semua pihak baik kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, komite sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian iklim sekolah akan benar-benar kondusif bagi terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta terjalinnya hubungan yang harmonis antara sekolah dan masyarakat.Penciptaan iklim sekolah yang kondusif tersebut tidak hanya dari aspek fisik, melainkan juga aspek psikologis dan sosial.
6. Jenis-jenis kegiatan dalam manajemen kurikulum :
1.menerapkan kalender pendidikan
2.membuat jadwal mata pelajaran
3.bertanggung jawab terhadap KBM (Kegiatan Belajar Mengajar)
4.membuat pembagian tugas mengajar guru yang bersangkutan di sekolah
5.bertanggung jawab terhadap pembuatan jadwal ujian yang diadakan oleh sekolah (MID Semester maupun Ujian Semester)
6.menyusun kegiatan kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler
7.menyusun RPP tiap semester
8.membuat pengaturan mengenai penilaian dan kenaikan siswa
9.melaporkan hasil KBM dan merancang usaha peningkatan hasil KBM
Nama : Alfons Oscar Christian
NIM : 2101408043
Prodi : Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia
October 24th, 2009 at 12:37 pm
2. fungsi manajemen yang berkaitan dengan kepala sekolah, antara lain meliputi kegiatan :
a) perencanaan
b) pengorganisasian
c) pengarahan
d) pengkoordinasian
e) pengawasan
f) penilaian
g) pelaporan
h) penentuan anggaran
3. proses manajemen, antara lain :
a) perencanaan ( planning )
perencanaan adalah proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan serta sumber yang untuk mencapai tujuan seefekti dan seefisien mungkin.
contoh : perencanaan dalam rangka merayakan hari besar umat islam di sekolah. yang meliputi tujuan, biaya, dan kegiatan yang akan diselenggarakan.
b) pengorganisasian ( organizing )
pengorganisasian merupakan suatu proses untuk merancang strukur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atu pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efesien.
contoh : kepala sekolah menempatkan para staf dan tata usaha sesuai dengan kemampuan dan skill mereka masing-masing.
c) penggerakan ( actuating )
yaitu keseluruhan usaha, cara teknik, dan metode untuk mendorong para anggota organisasi agar mau dan ikhlas bekerja dengan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien, efektif, dan ekonomis.
contih : kepala sekolah menekankan kedisiplinan kepada seluruh guru, staff, tata usaha, siswa. dan bagi mereka yang melanggar dikenai sanksi.
4. karakteristik sekolah efektif :
a) kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran
b) pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran
c) iklim yang nyaman dantertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran
d) harapan bagi semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetajuan tertentu
e) penilain siswa yang dudasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa
6. jenis-jenis kegiatan dalam manajemen kurikulum :
a) kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru/pengajar.
- pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tetang beban mengajar wajib guru.
- tugas sdalam mengikuti jadwal pelajaran.
- tugas guru dalam kegiatan PBM.
- ekstra kulikuler.
b) kegiatan yang berhubungan dengan tugas reserta didik/siswa.
kegiatan-kegiatan peserta didik demi suksesnya PBM tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang disusun oleh sekolan secara pedagogis beserta jadwal tes/ulangan/ujian, dan jadwal kegiatan belajar yang diatur sendiri oleh siswa dalam strategi menyuseskan hasil studinya.
c) kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sivitas akademika.
merupakan pedoman sinkronisasi segala kegiatan sekolah yang kurikuler, ekstra kurikuler, akademik, non akademik, hari-hari kerja, dan sebagainya.
d) kegiatan-keguatan penunjang PBM.
yaitu : Bimbingan Penyuluhan (BP), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Perpustakaan.
7. a) masalah-masalah perorangan dalam pengelolahan kelas :
- jika guru merasa terganggu (atau bosan) dengan tingkah laku seorang siswa, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari perhatian.
- jika guru merasa terancam (atau merasa dikalahkan), hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari kekuasaan.
- jika guru merasa amat disakiti, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah menuntut balas.
- jika guru merasa tidak mampu menolong lagi, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah ketidakmampuan. Ditekankan, guru hendaknya benar-benar mampu mengenali dan memahami secara tepat arah tingkah laku siswa-siswa yang dimaksud (apakah tingkah laku siswa itu mengarah ke mencari perhatian, mencari kekuasaan, menuntut balas, atau memperlihatkan ketidakcampuran) agar guru itu mampu menangani masalah siswa secara tepat pula.
b) Masalah Kelompok dalam pengelolahan kelas :
- tujuh masalah kelompok dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas:
1. Kekurang-kompakan
2. Kekurangmampuan mengikuti peraturan kelompok
3. Reaksi negatif terhadap sesama anggota kelompok
4. Penerimaan kelas (kelompok) atau tingkah laku yang menyimpang
5. Kegiatan anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan, berhenti melakukan kegiatan atau hanya meniru-niru kegiatan orang (anggota) lainnya saja
6. Ketiadaan semangat, tidak mau bekerja, dan tingkah laku agresif atau protes
7. Ketidakmampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan
NAMA : SISKA RAKHMAWATI
NIM : 2101408084
PRODI: PBSI
October 24th, 2009 at 12:43 pm
1. Tujuan manajemen sekolah secara substansial yaitu untuk membantu dan memperlancar tujuan sekolah agar menjadi sekolah efektif dengan lulusan yang bersumber daya manusia tinggi dan berkualitas.
2. Fungsi - fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah kegiatan manajerial, dimana kegiatannya meliputi manajerial dalam
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. pengarahan
d. Pengkoordinasian
e. Pengawasan
f. Penilaian
g. Pelaporan
h. Penentuan anggaran
3. Proses Manajemen :
a. Perencanaan (planning)
yaitu proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan serta yang untuk mencapai tujuan itu seefektif dan seefisien mungkin.
contoh : sekolah merencanakan adanya pertukaran pelajar dengan negara lain yang meliputi tujuan, biaya, efektivitas kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Pengorganisasian (organizing)
yaitu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas - tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.
contoh : Kepala sekolah menempatkan staf - staf dan tenaga pengajar ssuai dengan keahlian dan kemampuan mereka.
c. Penggerakan (actuating)
yaitu keseluruhan usaha, cara, teknik, dan metode untuk mendorong para anggota organisasi agar mau dan ikhlas bekerja dengan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien, efektif, dan ekonomis.
contoh : kepala sekolah bersama dengan wakilnya bersama - sama membuat peraturan agar semua guru, staf, dan siswa dapat berlaku disiplin dan menjaga nama baik sekolah.
d. Pengawasan (controlling)
yaitu proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi guna menjamin bahwa semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai denganm rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
contoh : kepala sekolah datang lebih awal untuk mengawasi guru mana yang berlaku disiplin.
4. Karakteristik sekolah efektif :
a. Supporting inputs (input dukungan)
karakteristik ditinjau dari input dukungan yaitu perangkat - perangkat yang ikut menjelmakan sekolah efektif ditinjau dari dukungan terhadap sistem sekolah.
b. enabling conditions (kondisi yang memungkinkan)
yaitu kondisi yang membuat sekolah efektif itu mungkin akan terwujud dengan kondisi yang diciptakan oleh lingkungan atau sistem sekolah.
c. school climate (iklim sekolah)
adalah indikator sekolah efektif yang menekankan pada keberadaan rasa me menyenangkan dari suasana sekolah, bukan saja dari kondisi fisik, tetapi keseluruhan aspek internal organisasi.
d. teaching learning process (proses pengajaran guru)
Pada sokolah efektif, guru perlu memberikan dorongan pada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam mebangun ide dan menciptakan situasi yang mendorong prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat.
6. Jenis - jenis kegiatan dalam manajemen kurikulum yaitu :
a. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru/pengajar
1. Pembagian tugas guru yang dijabarkandari struktur program pengajaran, danketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru.
2. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran.
ada dua jenis jadwal pengajaran bagi guru, yaitu :
a. jadwal pelajaran kurikuler, kokurikuler, dan eksra kurikuler.
b. jadwal pelajaran yang tatap muka dan non tatap muka.
3. Tugas guru dalam kegiatan PBM, diantaranya
1. Tugas ini merupakan serangkaian kegiatan pengajaran / instruksional untuk mencapai hasil pengajaran yang optimal, yaitu :
a. membuat persiapan / perencanaan pengajaran ( desain instruksional )
b. melaksanakan pengajaran( termasuk penggelolaan kelas )
c. mengevaluasi hasil pengajaran.
Nama : Marita Dewi Purwaningrum
Nim : 2101408079
prodi : PBSI
October 24th, 2009 at 1:45 pm
1) Tujuan manajemen sekolah secara subtansial yaitu untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien. Cntoh konkretnya seperti di SMP Teuku Umar yg kami observasi. Salah satu misinya adalah untuk meningkatkan dan mengembangkan pengalaman agama Islam, maka dalam manajemen peserta didik SMP tsb mewajibkan baik guru maupun siswa putri untuk memakai kerudung. Begitu juga pelaksanaan sholat dhuhur berjamaah dan perayaan hari besar agama Islam. Hal ini diterapkan agar misi itu dapat tercapai..
3) Perencanaan (planning)
ct:sekolah merumuskan tujuan yg akan dicapai dalam bentuk visi dan misi.
Pengorganisasian (organizing)
ct: kepala sekolah membagi tugas kepada para guru agar tujuannya dapat tercapai secara optimal. Misalnya ada waka kurikulum, waka kesiswaan, waka humas, dll.
Penggerakan (actuating)
ct: misalnya dalam proses kurikulum, waka kurikulum membagi tugas para guru untuk mengajar, membuat jadwal pelajaran, dll.
Pengawasan (controlling)
ct: diadakannya evaluasi bisa dalam bentuk tes yg bertujuan untuk mengetahui apakah sistem yang dipakai sekolah dapat memajukan para siswanya.
4) Karakteristik sekolah efektif
a)kepemimpinan yg profesional
b)Visi dan tujuan bersama
c)Lingkungan belajar
d)Kosentrasi pada belajar mengajar
e)Harapan yg tinggi
f)Penguatan/ pengayaan/ pemanfaatan yg positif
g)Pemanfaatan kemajuan
h)Hak dan tanggung jawab peserta didik
i)Pengajaran yg penuh makna
j)Organisasi pembelajaran
k)Kemitraan keluarga sekolah
5)Strategi mewujudkan sekolah efektif yaitu dengan adanya kerjasama antar seluruh komponen sekolah. Yaitu dg tersedianya guru yg berkualitas, sarana dan prasarana yg memadai dan manajemen sekolah yang matang.
6) Kegiatan yg berhubungan dg tugas guru/ pengajar: pembagian jadwal guru untuk mengajar, pembuatan kurikulum. Dll
kegiatan yg berhubungan dg peserta didik: penentuan kegiatan ektra kurikuler untuk siswa.
Kegiatan yg berhubungan dg seluruh civitas akademia
Dyah Rahayu
7101408101
October 24th, 2009 at 2:19 pm
1. Secara subtansial dapat dijelaskan bahwa manajemen sekolah sebagai alat untuk menjalankan sekolah bertuhuan agar sekolahan tersebut dapat mencapai tujuan yang dinginkan secara efektif dan efesien.
dapat dijelaskan secara nyata contoh dari tujan subtansial manajemen sekolah tersebut adalah, dalam setiap sekolah pasti mempunyai tujuan yang terangkum dalam visi dan misi sekolah tersebut, visi dan misi inilah yang merupakan disebut tujuan manajemen sekolah secara subtansial.
2. fungsi manajemen yang berkaitan dengan kepala sekolah adalah fungsi manajemen sekolah yang kegiatannya berupa manajerial. kegiatan manajerial tersebut meliputi :
a) perencanaan
b) pengorganisasian
c) pengarahan
d) pengkoordinasian
e) pengawasan
f) penilaian
g) pelaporan
h) penentuan anggaran
3. proses manajemen yang berkaitan dengan manajemen sekolah
a. Perencanaan (planning)
yaitu proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dan menetapkan jalan serta yang untuk mencapai tujuan itu seefektif dan seefisien mungkin.
contoh:sekolah merumuskan tujuan yg akan dicapai dalam bentuk visi dan misi.
b. Pengorganisasian (organizing)
yaitu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas - tugas atau pekerjaan diantara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.
contoh: kepala sekolah membagi tugas kepada para guru agar tujuannya dapat tercapai secara optimal,implementasinya ada waka kurikulum, waka kesiswaan, waka humas, dll.
c. Penggerakan (actuating)
yaitu keseluruhan usaha, cara, teknik, dan metode untuk mendorong para anggota organisasi agar mau dan ikhlas bekerja dengan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien, efektif, dan ekonomis.
contoh : kepala sekolah bersama dengan wakilnya bersama - sama membuat peraturan agar semua guru, staf, dan siswa dapat berlaku disiplin dan menjaga nama baik sekolah.
d. Pengawasan (controlling)
yaitu proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi guna menjamin bahwa semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai denganm rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
contoh: diadakannya evaluasi bisa dalam bentuk tes yg bertujuan untuk mengetahui apakah sistem yang dipakai sekolah dapat memajukan para siswanya.
4. karakteristik sekolah efektif Bank Dunia (2000)
a. Supporting inputs (input dukungan)
karakteristik ditinjau dari input dukungan yaitu perangkat - perangkat yang ikut menjelmakan sekolah efektif ditinjau dari dukungan terhadap sistem sekolah.
b. enabling conditions (kondisi yang memungkinkan)
yaitu kondisi yang membuat sekolah efektif itu mungkin akan terwujud dengan kondisi yang diciptakan oleh lingkungan atau sistem sekolah.
c. school climate (iklim sekolah)
adalah indikator sekolah efektif yang menekankan pada keberadaan rasa me menyenangkan dari suasana sekolah, bukan saja dari kondisi fisik, tetapi keseluruhan aspek internal organisasi.
d. teaching learning process (proses pengajaran guru)
Pada sokolah efektif, guru perlu memberikan dorongan pada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam mebangun ide dan menciptakan situasi yang mendorong prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat.
5.Strategi mewujudkan sekolah efektif yaitu dengan cara perencaan secara matang dan pengelolaan yang baik. Mengelola sekolah dengan baik secara menyeluruh dan melibatkan seluruh komponen sekolah dengan memperhatikan pendekatan makro dan pendekatan mikro yaitu dengan memberi fokus secara lebih luas pada institusi sekolah yang berkenaan dengan kondisi keseluruhan sekolah seperti iklim sekolah dan individu-individu yang terlibat di sekolah baik guru, siswa, dan kepala sekolah serta peranannya masing-masing dan hubungan yang terjadi satu sama lain..
Untuk mewujudkan suatu sekolah yang efektif perlu didukung oleh semua pihak baik kepala sekolah, guru, penjaga sekolah, komite sekolah, dan masyarakat. Dengan demikian iklim sekolah akan benar-benar kondusif bagi terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan serta terjalinnya hubungan yang harmonis antara sekolah dan masyarakat.Penciptaan iklim sekolah yang kondusif tersebut tidak hanya dari aspek fisik, melainkan juga aspek psikologis dan sosial.
Hanindya Restu Aulia
2101408127
October 24th, 2009 at 3:04 pm
2. fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah kegiatan manajerial, meliputi
Perencanaan
Pengorganisasian
Pengarahan
Pengkoordinasian
Pengawasan
Penilaian
Pelaporan
Penentuan anggaran
3. proses manajemen sekolah, meliputi
Perencanaan (planning)
Contoh : setiap sekolah pada waktu mau memasuki tahun ajaran yang baru pasti mengadakan rapat untuk membahas berbagai macam rencana sekolah tersebut kedepan, meliputi tujuan yang hendak dicapai, pembiayaan, efektifitas kegiatan yang akan dilaksanakan dll
Pengorganisasian (organizing)
Contoh : kepala sekolah dalam memanajemen sekolah tentunya tidak akan menempatkan staf-stafnya secara sembarangan, tetapi dengan berbagai pertimbangan yang tentu saja didasarkan pada keahlian mereka masing-masing dengan harapan setiap staf mampu menjalankan tugasnya dengan maksimal
Penggerakan (Actuating)
Contoh : setiap guru dalam sekolah diwajibkan oleh peraturan yang telah disepakati bersama tidak boleh merokok di lingkungan sekolah, bagi yang melanggar akan diberi sanksi yang berat. Sehingga dalam sekolah tersebut tidak akan kita temui seorangpun guru yang merokok
Pengawasan (Controlling)
Contoh : pada sebuah sekolah setiap akhir bulan diadakan rapat oleh para guru untuk mengoreksi setiap penyimpangan yang mungkin terjadi, sehingga diharapkan dengan adanya pengawasan terhadap kinerja mereka, para pengajar akan bekerja lebih baik lagi
4. ada berbagai macam pendapat mengenai karakteristik sekolah efektif
menurut Edmons (1979)
kepemimpinan dan pehatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran
pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran
iklim yang nyaman dan tertip bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran
harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu
penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa
Bank Dunia (2002)
Supporting Inputs (input dukungan)
Perangkat-perangkat yang turut menjelmakan sekolah efektif ditinjau dari dukungan terhadap system sekolah
enabling Conditions (kondisi yang memungkinkan)
kondisi yang membuat sekolah efektif itu mungkin akan terwujud dengan kondisi yang diciptakan olh lingkungan atau sustem sekolah
School Climate (iklim sekolah)
Menekankan pada keberadaan rasa menyenangkan dari suasana sekolah, meliputi seluruh aspek internal organisasi
Teaching Learning Process (proses pengajaran guru)
Pada sekolah efektif, strategi belajar mengajar harus dipusatkan pada aktifitas siswa karena tanggung jawab belajar ada pada siswa. Guru bertugas memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam membangun ide dan menciptakan situasi yang mendorong prakarsa, motifasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepanjang hayat
6. dalam manajemen kurikulum ada berbagai macam kegiatan yang dilakukan, diantaranya adalah
kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru atau pengajar, yang meliputi
» pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru
» tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran, meliputi
- jadwal pelajaran kurikuler, kokurikuler, dan ekstra kurikuler
- jadwal pelajaran yang tatap muka dan non tatap muka
» tugas guru dalam kegiatan PBM
merupakan serangkaian kegiatan pengajaran atau instruksional untuk mencapai hasil pengajaran yang optimal, meliputi
- membuat persiapan atau perencanaan pengajaran (desain instruksional)
- melaksanakan pengajaran (termasuk pengelolaan kelas)
- mengevaluasi hasil pengajaran
kegiatan yang berhubungan dengan tugas peserta didik atau siswa
kegiatan peserta didik dalam mencapai suksesnya PBm tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah secara pedagogis beserta jadwal tes atau ulangan ataupun ujian, dan jadwal kegiatan belajar yang diatur sendiri oleh siswa dalam strategi mensukseskan hasil studinya
kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sifitas akademika
kegiatan ini merupakan pedoman sinkronisasi segala kegiatan sekolah
kegiatan-kegiatan penunjang PBM, meliputi
» Bimbingan-Penyuluhan (BP)
» Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)
» perpustakaan
7. a. masalah perorangan
» guru atau pengajar
- tidak dapat dipungkiri bahwa guru adalah manusia biasa yang pasti mempunyai kekurangan, baik dalam segi perilaku maupun penguasaan terhadap materi yang diajarkan
- tidak semua pengajar atau guru kompeten dalam penguasaan kelas
- rasanya tidak salah jika dikatakan bahwa walaupun ada banyak guru atau pengajar yang menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, tapi masih ada saja yang bahkan masuk ke dalam kelas untuk mengajar saja jarang
» siswa
- tingkat kecerdasan setiap siswa pasti berbeda-beda, oleh karena itu siswa yang tingkat kecerdasannya rendah cenderung tertinggal dari siswa yang lain
- ada kalanya dalam sebuah kelas ada siswa yang tidak bisa bergaul dengan teman-temannya
- mungkin saja dalam sebuah kelas ada siswa yang sangat nakal, terlalu mencari perhatian, dll sehingga mengganggu keharmonisan kelas
b. masalah kelompok
dalam kehidupan sekolah, biasanya akan tercipta berbagai macam kelompok-kelompok. Untuk kelompok-kelompok yang terdiri dari anak-anak yang pintar dan rajin tentunya tidak ada masalah, tapi untuk kelompok anak-anak yang nakal akan mengakibatkan ketidaknyamanan bagi siswa lain misalkan gaduh dalam kelas, suka mengejek teman-temannya dll. Bahkan sampai terciptanya geng dalam sekolah, yang tentu saja akan sangat mengganggu dalam pengelolaan kelas
makhbub zain
2101408089
PBSI
October 24th, 2009 at 5:20 pm
1). Tujuan manajemen sekolah secara subtansial
adalah memperlancar tercainya tujuan pendidikan nasional secara efektif dan efisien.
contoh :
1. para lulusan peserta didik mampu bekerja sesuai pengetahuan dan keterampilannya.
2. mampu menggunakan sumer daya dan dana dengan baik.
2). fungsi manajemen yang berkaitan dengan kepala sekolah adalah kegiatan manajerial, antara lain :
1. Perencanaan
2. Ppengorganisasian
3. Pengarahan
4. Pengkoordinasian
5. Pengawasan
6. Penilaian
7. Pelaporan
8. Penentuan anggaran
3).Proses manajemen
1. perencanaan (planning)
Contoh :
- perumusan visi dan misi
- pemilihan program pembelajaran
2. Pengorganisasian (Organizing)
Contoh :
- merancang struktur organisasi sekolah
- pengelompokan kegiatan dan fungsi-fungsinya
3. Penggerakan (Actuating)
Contoh :
- mendorong para anggota organisasi sekolah agar bekerja dan mendidik siswa sebaik mungin, demi tercapainya tujuan yang efektif dan efisien.
4. pengawasan (Controling)
Contoh :
- mengawasi seluruh kegiatan organisasinya, apakah sudah berjalan sesuai yang diharapkan.
4). Karakteristik sekolah yang efektif
Dalam kepemimpinan yang profesional, yang memiliki visi dan tujuan bersama,serta harapan yang tinggi,maka didalam pembelajaran akan tercipta lingkungan belajar dengan konsetrasi belajar yang efektif dan kondusif,sesuai dengan hak dan kewajiban peserta didik,serta dengan adanya organisasi pembelajaran akan timbul pemantapan belajar yang positif sehingga akan membawa nama baik sekolah (kemitraan sekolah).
5). Strategi dalam menentukan sekolah yang efektif
1. menentukan pimpinan yang profesional
2. menentukan visi dan tujuan
3. menciptakan lingkungan belajar yang nyaman
4. pengajaran yang disampaikan bermakna
5. pengorganisasian dalam pembelajaran serta metode-metodenya
NAMA : ATAS ARIEF
NIM : 6101408140
October 24th, 2009 at 5:33 pm
1. Manajemen sekolh secara substansialmemiliki tujuan membantu memperlanca pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien, misalnya:
a. Adanya efektivitas produksi pada setiap jenis dan jenjang pendidikan, menjadikan para lulusannya dapat meneruskan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilannya.
b. Tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana, tidak terjadi pemborosan baik waktu, tenaga maupun uang/ materi dan yang lainnya.
c. Para lulusannya mampu menyesuaikan diri dalamkehidupan di masyarakat.
d. Tercipanya kesesuian kerja pada setiap anggota warga sekolah, karena iklim organsasi yang ada di sekolah dapat terjaga konsistensinya.
2. Fungsi manajemen yang berkaitan dengan kepala sekolah adalah fungsi manajemen sekolah yang kegiatannya berupa manajerial. kegiatan manajerial tersebut meliputi :
a) perencanaan
b) pengorganisasian
c) pengarahan
d) pengkoordinasian
e) pengawasan
f) penilaian
g) pelaporan
h) penentuan anggaran
3. Pada dasarnya manajemen memliki empat proses yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan, diantaranya sebagai berikut:
a. Perencanaan (planning), contohnya: seorang kepala sekolah yang merenanakan sekolahnya menjadi sekolah yang berstandar internasional.
b. Pengorganisasian (organizing), contohnya: dari rencana yang sudah dirancang tersebut, seorang kepala sekolah harus melakukan pengorganisasian/ pembagian tugas, karena untuk menjadi sekolah berstandar internasional semua sapek/ lini harus diperhatikan mulai dari kurikulum, prestasi akademik, sarana dan prasarana, personalia, hingga iklim kondusif yang ada di sekolah.
c. Penggerakan (actuating), contonya: setelah dilakukan pembagian tugas, harus ada pengarahan/pengkoordinasian dari masing-masing penanggung jawab.
d. Pengawasan (controlling), contohnya: seorang kepala sekolah yang merupakan seorang pemimpin di sekolahharus mampu melakukan pengawasan dengan baik setelah rencananya ampu dilaksanakan oleh masing-masing pihak, sehingga dia dapat menilai apakah kegiatan yang direncanakannya berjalan dengan baik atau tidak.
e. Evaluasi, ini merupakan tambahan dari keempat proses diatas. Bila rencana kegiatannya sudah dapat berjalan dengan baik, seorang manajer tidak boleh lantas berpuas diri, evaluasi harus dilakukan dan tetap berpikir bagaimana agar hasil yang dicapai dapat dijaga konsistensinya.
5. Untuk mewujudkan sekolah efektif dibutuhkan manajemen sekolah yang efektif dan efisien. Komponen-komponen seperti program, figure, culture, and budget harus dapat dikelola sedemikian rupa. Kepala sekolah sebagai pemimpin harus mempunyai ide/gagasan yang kreatif dan harus mempunyai gaya kepemimpinan yang tepat, sehingga diharapkan mampu menghasilakan kebijakan-kebijakan yang membawa dampak positif bagi sekolah.
7. Tidak dapat dipungkiri, setiap lingkungan kelas pasti ada masalah yang tidak dapat dihindari walau hanya masalah kecil.
a. Masalah perorangan yang ada dikelas biasanya lebih pada pribadi masing-masing individu/siswa, misalnya:
*seorang siswa yang kurang PD di kelas.
*seorang siswa yang mengalami masalah keuangan.
*seorang siswa yang malas dankurang disiplin.
b. Masalah kelompok yang ada di kelas biasanya karena selisih paham antar siswa atau kalompok siswa (geng), yang disebabkan berbagai perbedaan seperti gender, ras, suku, budaya, status sosial dan lain sebagainya. Dengan kata lain, kelas kurang dapat beradaptasi dangan hal yang baru.
Nama: Iwan Maulana
NIM : 7101408005
Prodi : Pend. Ekonomi Akuntansi
October 24th, 2009 at 6:59 pm
1. Tujuan manajemen sekolah secara subtansial adalah bahwa tujuan manajemen sekolah tidak terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi, dimana sekolah mempunyai tujuan yang ingin dicapaiatau sering disebut tujuan institusional (kelembagaan ) baik itu khusus atau umum. sehingga membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien.
Sebagai contoh : Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki tujuan institusional umum yang sama, tetapi pada SMP yang diselenggarakan negaea dan yang satunya oleh yayasan tertentu akan memiliki tujuan institusioal khusus yang berbeda.
2. Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah yang meliputi:
- Perncanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengoordinasian
- Pengawasan
- Penilaian
- Pelaporan
- Penentuan anggaran
4. Karaktristik sekolah efektif adalah sebagai berikut :
1. kepemimpinan yang profesional
2. visi dan tujuan bersama.
3. lingkungan belajar.
4. konsentari belajar mengajar.
5. harapan yang tinggi.
6. penguatan/pengayaan/pemantapan yang positif.
7. pemantauan kemajuan.
8. hak dan tanggung jawab peserta didik.
9. pengajaran yang penuh makna.
10. organisasi pembelajaran.
11. kemitraan keluarga sekolah.
5. Ada empat komponen strategis dalam mencapai tujuan sekolah, yaitu komponen program, figure, culture, dan budget. Program dimaksud adalah program yang terukur dan realistis sesuai dengan dinamika regulasi dan tuntutan zaman. Figure adalah orang-orang dibalik program yang merupakan perancang sekaligus pelaku program. Culture adalah etos kerja dan komitmen terhadap tugas pokok dan fungsinya, sedangkan budget adalah anggaran yang memadai dan memungkinkan tercapainya tujuan.
7. Kategori individu atau permasalahan peseorangan dalam pengelolaan ke
mempunyai tujuan menjadi dan merasa berguna. Jika individu ini merasa putus asa dalam mengembangkan rasa memiliki harga diri melalui nilai yang dapat diterima secara sosial, ia akan berkelakuan buruk.
Ada empat tipe perilaku yang kurang baik, yaitu :
a. Perilaku untuk menrik perhatian
b. Perilaku untuk mencari kekuasaan
c. Perilaku untuk melampiaskan dendam
d. Perilaku yang memperlihatkan ketidakmampuan
Untuk membedakan keempat tipe diatas, dapat dilakukan melalui pengamalan terhadap gejala yang muncul. untuk mendeteksi gejala tersebut, dengan parameter sebagai berikut :
a. Jika guru merasa terganggu oleh tindakan murid, mungkin tujuan murid adalah untuk mencari perhatian.
b. Jika guru mersa dikalahkan atau terancam, tujuan muri tersebut mungkin untuk mencari kekuasaan.
c. Jika guru merasa tersinggung, tujuannya mungkin untuk mencari pelampiasan dendam.
d. Jika guru merasa tidak berdaya, tujuan anak mungkin untuk menunjukkan ketidakmampuannya.
Masalah yang terjadi dalam kelompok. Masalah kelompok adalah merupakanmasalah yang sumber penyebabnya adalah kelompok. Masalah-masalah yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a. Kelas kurang kohesif, misalnya perbedaan jenis kelamin, suku dan tingkatan sosio ekonomi dan sebaginya.
b. Kelas mereaksi negatif terhadap salah satu anggotanya, misalnya, mengejek anggota kelas yang dalam pengajaran seni suara, menyanyi dengan suara sumbang.
c. Membesarkan hati anggota kelas yang justru melanggar norma kelompok, misalnya pemberian semangat kepada badut kelas.
d. Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap.
e. Semangat kerja rendah, misalnya semacam aksi protes kepada guru karena mengangap tugas yang diberikan kurang adil.
f. Kelas kurang mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru, misalnya gangguan jadwal atau guru kelas terpaksa diganti smentara oleh guru lain, dan sebagainya.
NAMA: sISWANTO
NIM: 6301408080
October 24th, 2009 at 7:37 pm
2. Fungsi Manajemen Sekolah yang berkaitan dengan fungsi Kepala Sekolah, yaitu kegiatan manajerial yang dilakukan oleh para pimpinan, hal ini dikarenakan Kepala sekolah merupakan pimpinan di sekolah. Kegiatan tersebut meliputi : perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan, penilaian, pelaporan dan penentuan anggaran.
3. Proses Manajemen dan contohnya yang berkaitan dengan Manajemen sekolah :
a) Perencanaan, contoh menentukan tujuan yang ingin dicapai oleh sekolah
b) Pengorganisasian, contoh membuat struktur organisasi sekolah, yaitu dengan menbagi tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam organisasinya dan mendelegasikan wewenang yang diperlukan untuk mengerjakan tugas
c) Penggerakan, contoh Kepala sekolah menggerakkan anggota-anggotanya sedemikian rupa sehingga anggota-anggotanya berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran atau tujuan sekolah
d) Pengawasan, contoh Kepala sekolah melakukan pengukura prestasi kerja anggota-anggotanya (guru dan ketatausahaan sekolah) serta prestasi belajar peserta didik, apakah terjadi peningkatan atau tidak.
4. Karakteristik Sekolah Efektif :
a) Supporting Inputs (input dukungan), yaitu perangkat-perangkat yang turut menjelmakan sekolah efektif ditinjau dari dukungan terhadap sistem sekolah
b) Enabling Conditions (kondisi yang memungkinkan), yaitu kondisi yang membuat sekolah efektif itu mungkin akan terwujud dengan kondisi yang diciptakan oleh lingkungan atau sistem sekolah
c) School Climate (iklim sekolah) adalah indikator sekolah efektif yang menekankan pada keberadaan rasa menyenangkan dari suasana sekolah, bukan saja dari kondisi fisik tapi keseluruhan aspek internal organisasi
d) Teaching Learning Process (proses pengajaran guru), yaitu sekolah sebagai tempat belajar harus bisa memberikan layanan pembelajaran yang bermutu yang dilakukan oleh guru atau pengajar melalui strategi pembelajaran yang bervariasi, penilaian yang kontinyu, serta menumbuhkan motivasi pada siswa.
6. Jenis-jenis kegiatan dalam Manajemen Kurikulum :
a) Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru atau pengajar.
Sebagai seorang pendidik, guru bertugas mendidik dan mengajar sisiwa sesuai kurikulum sekolah
b) Kegiatan yang berhubungan dengan peserta didik.
Siswa diwajibkan menaati tata tertib sekolah, mengikuti PBM dengan baik, mengikuti kokurikuler dan ekstrakurikuler yang di adakan sekolah untuk menunjang pencapaian kurikulum
c) Kegiatan yang berhubungan dengan sivitas akademika.
Seluruh sivitas akademika mengikuti jadwal kegiatan sesuai dengan apa yang telah diprogramkan sekolah, seperti mengikuti upacara bendera, mengikuti hari-hari besar nasional maupun agama, studi banding dan karya wisata.
7. Ada dua jenis masalah pengelolaan kelas, yaitu yang bersifat perorangan dan yang bersifat kelompok.
a) Masalah Perorangan. Misalnya, seorang siswa yang gagak menemukan kedudukan dirinya secara wajar dalam suasana hubungan sosial yang saling menerima biasanya (secara aktif ataupun pasif) bertingkah laku mencari perhatian orang lain. Tingkah laku destruktif pencari perhatian yang aktif dapat dijumpai pada anak-anak yang suka pamer, melawak (memperolok), membikin onar, memperlihatkan kenakalan, dan terus menerus bertanya.
b) Masalah Kelompok. Misalnya, kelas yang siswa-siswa tidak kompak akan beriklim tidak sehat yang diwarnai oleh adanya konflik, ketegangan dan kekerasan karena ketidak cocokan antar siswa akan membentuk suatu kelompok atau geng. Contoh-contoh masalah ini ialah berisik; bertingkah laku mengganggu padahal pada waktu itu semua siswa diminta tenang; berbicara keras-keras atau mengganggu kawan padahal waktu itu semua siswa diminta tenang bekerja di tempat duduknya masing-masing; dorong-mendorong atau menyela waktu antri di kafetaria dan lain-lain.
Nama : Dyah Ajeng Pangestuti
NIM : 7101408020
October 24th, 2009 at 7:53 pm
2. a) sebagai perencana
b) sebagai pengorganisasian
c) sebagai pengarah
d) sebagai pengkoorganisasi
e) sebagai pengawas
f) sebagai penilai
g) sebagai pelapor
h) sebagai penyusun rencana anngaran
1. diadakannya manbajemen sekolah bertujuan untuk membatu tercapainya tujuan sekolah atau institusi dan juga agar tercipta sekolah yang efektif dan efisien.
4. karakteristik sekolah efektif:
a) tedapat kepemimpinan yang kuat
b) adanya standar disiplin yang berlaku bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan di sekolah
c)adanya lingkungan yang nyamandan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran
d)harapan yang tinggi dari siswa dan juga sikap yang positif dari guru
e) evaluasi siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa
7. masalah perorangan dari siswa
a)kurang disiplinya siswa
b)siswa yang minder
c)maslah psikologis siswa
d)sifat malas siswa
masalah perorangan dari guru
a)guru kurang kompeten
b)guru menyama ratakan kemampuan siswa
masalah kelompok
a)terjadinya pengelompokan2 ( geng-gengan )
b)kurang kompak
c)ribut saat pelajaran
6. Jenis-jenis kegiatan dalam manajemen kurikulum :
1.menerapkan kalender pendidikan
2.membuat jadwal mata pelajaran
3.bertanggung jawab terhadap KBM
4.membuat pembagian tugas mengajar guru
5.bertanggung jawab terhadap pembuatan jadwal (MID Semester maupun Ujian Semester)
6.menyusun kegiatan kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler
7.menyusun RPP tiap semester
8.membuat pengaturan mengenai penilaian dan kenaikan siswa
9.melaporkan hasil KBM dan merancang usaha peningkatan hasil KBM
nama : M. Nur Andriatna
nim : 2101408090
October 24th, 2009 at 8:34 pm
2. Menurut pendapat saya diantara fungsi manajemen sekolah yaitu menurut wujud problemanya, kegiatan manajemen dan kegiatan kepemimpinan yang sangat berhubungan dengan fungsi kepala sekolah yaitu dari segi kepemimpinan karena lebih ditekankan bagaimana cara kepala sekolah dapat mempengaruhi,mengajak orang lain serta mengatur hubungan dengan orang lain agar bekerjasama mencapai tujuan. Selain dari segi ini yang berhubungan yaitu dari bidang keuangan,mengapoa demikian? Karena dalam anggaran sekolah yang boleh mengetahui yaitu bendahara yang selanjutnya diserahkan kepada kepala sekolah setelah itu diteliti oleh badan pengawas.
3. Perencanaan
Perencanaan merupakan tindakan merumuskan apa, bagaimana, siapa, dan bilamana sesuatu kegiatan akan dilakukan. Berkaitan dengan manajemen sekolah kategori dalam pengertian perencanaan itu berhubungan langsung dengan manajemen sekolah yaitu membuat keputusan mengenai sasaran, prioritas, strategi, struktur formal, alokasi, sumber-sumber daya, menunjukkan tanggung jawab dan pengaturan kegiatan.
Pengorganisasian
Contoh yang berkaitan dengan manajemen sekolah yaitu hubungan-hubungan antara fungsi, jabatan, dan tugas para karyawan dan juga pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi
Penggerakkan
Penggerakkan merupakan fungsi fundamental dalam manajemen. Berkaitan dengan manajemen sekolah yaitu dalam penggerakkan harus adanya hubungan kerja yang serasi dan juga tidak memberlakukan bawahan sebagai mesin. Selain itu untuk mencapai tujuan sekolah penempatan personil secara tepat atau sesuai kemampuannya juga sangat berpengaruh.
Pengawasan
Dalam proses pengawasan terdiri atas tiga tahap yang juga berkaitan dengan manajemen sekolah yaitu penentuan standar hasil kerja, pengukuran hasil kerja, dan koreksi terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi.
4. Menurut bank dunia, karakteristik sekolah efektif diidentifikasikan menjadi empat kelompok yaitu : :
Input dukungan
Yaitu perangkat-perangkat yang turut menjelmakan sekolah efektif ditinjau dari dukungan terhadap sistem sekolah.
Kondisi yang memungkinkan
Yaitu kondisi yang membuat sekolah efektif itu mungkin akan terwujud dengan kondisi yang diciptakan oleh lingkungan atau sistem sekolah.
Iklim sekolah
Adalah indikator sekolah efektif yang menekankan pada keberadaan rasa menyenangkan dari suasana sekolah,bukan saja dari kondisi fisik, tetapi keseluruhan aspek internal organisasi.
Proses pengajaran guru
Sekolah merupakan tempat belajar yang memberikan layanan pembelajaran yang bervariasi, penilaian yang kontinyu dengan follow up yang cepat dan tepat, mendorong partisipasi siswa dalam pembelajaran serta memperhatikan kehadiran siswa, pelaksanaan tugas-tugas siswa dan keberlanjutan tugas-tugasnya.
5. Sekolah efektif sendiri adalah sekolah yang mampu mengoptimalkan semua masukan dan proses bagi ketercapainya output pendidikan, yaitu prestasi sekolah, terutama prestasi siswa yang ditandai dengan dimilikinya semua kemampuan berupa kompetensi yang dipersyaratkan di dalam belajar. Asas terpenting dan menjadi landasan bergerak dalam pengelolaan pendidikan menuju sekolah efektif adalah “ semua anak dapat belajar “ jadi strategi untuk mewujudkan sekolah efektif yaitu membenahi semua faktor yang bisa menghambat menuju sekolah efektif. Dimana sekolah yang seharusnya merupakan wahana yang menyediakan tempat terbaik bagi anak untuk belajar, dimana semua upaya manajemen dan kepemimpinan yang terjadi di sekolah diarahkan bagi usaha membuat seluruh peserta didik belajar.
7. Masalah perorangan
- dalam satu tim kerja misal seksi absensi diantara keduanya memiliki masalah pribadi sehingga berdampak pada tugas mereka yang tidak terkoordinasi secara baik.
- tidak terciptanya kekompakan oleh salah satu siswa. Hal ini dapat berpengaruh besar terhadap keseluruhan dalam pengelolaan kelas.
- adanya siswa yang individual yang tidak pernah peduli akan pengelolaan kelas. Misal selalu membuang sampah sembarangan dan atau tidak pernah membayar iuran kelas
Masalah kelompok
- dalam satu kelas siswa membuat kelompok bermain sendiri (geng) yang kadang rawan akan masalah karena mereka selalu ingin menjadi yang terbaik dalam hal negatif.
- bila terjadi perselisihan dengan kelompok lain mereka tidak segan-segan main hakim sendiri dan mengadakan pengeroyokan serta penganiayaan.
- dalam suatu geng biasanya dengan melawan adalah suatu kebanggan bagi mereka, sehingga mereka sering hanya kumpul dengan kelompoknya sehingga tidak pernah berkumpul dengan teman yang bukan satu kelompok dengan mereka jadi pengelolaan kelas akan terhambat karena orang-orang seperti itu biasanya acuh tak acuh.
Nama : Yusuf Riyadi
NIM : 2101408130
Rombel : 31
Prodi : Pend. Bahasa dan Sastra Indonesia,S1
October 24th, 2009 at 8:38 pm
2. Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan kepala sekolah adalah kegiatan manejerial yang dilakukan oleh para pimpinan. Kegiatan tersebut meliputi:
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pengarahan
d. Pengkoordinasian
e. Pengawasan
f. Penilaian
g. Pelaporan, dan
h. Penentuan anggaran
3. Proses Manajemen Sekolah.
a. Perencanaan (Planning)
Tindakan merumuskan apa, bagaimana, siapa, dan bilamana sesuatu kegiatan akan dilakukan.
Contoh:
• Memerinci secara cermat dan menganalisis secara sistematik terhadap tujuan yang hendak dicapai.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas atu pekerjaan di antara para anggota organisasi, agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.
Contoh:
• Pemerincian seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk mencapai tujuan organisasi.
c. Penggerakan (Actuating)
Keseluruhan usaha, cara, teknik dan merode untuk mendorong para anggota organisasi agar mau dan ikhlas bekerja dengan sebaik mungkin demi tercapainya tujuan organisasi dengan efisien, efektif, dan ekonomis.
Contoh:
• Seorang atasan menjelaskan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang akan ditempuh dalam usaha pencapaian tujuan.
d. Pengawasan (Controlling)
Proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi gun lebih menjamin bahwa semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.
Contoh:
• Pengukuran hasil pekerjaan.
• Koreksi terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi.
4. Karakteristik sekolah efektif
a. Kepemimpinan yang professional
Artinya diperlukan seorang pemimpin yang profesional dan bertanggung jawab.
b. Visi dan tujuan bersama
Sebuah sekolah efektif harus memiliki visi dan tujuan bersama yang jelas.
c. Lingkungan belajar
Sekolah efektif haruslah mempunyai lingkungan belajar yang kondusif untuk berlangsungnya proses nelajar mengajar, agar peserta didik merasa nyaman dalam belajar.
d. Konsentrasi pada belajar-mengajar
Siswa hendaknya tetap fokus kepada materi yang disampaikan, jangan sampai terganggu hal lain. (misal : main HP, ngobrol dengan teman, dll)
e. Harapan yang tinggi
Mempunyai harapan yang tinggi untuk membentuk sebuah sekolah efektif.
f. Penguatan/pengayaan/pemantapan yang positif
g. Pemantauan kemajuan
Setiap tahunnya harus diadakan pemantauan dalam segala bidang. Misalnya, hasil belajar, lulusan, kinerja guru, dll.
h. Hak dan tanggung jawab peserta didik
Peserta didik harus bertanggung jawab dengan kewajibannya, serta berhak mendapatkan haknya.
i. Pengajaran yang penuh makna
Pengajar hendaknya memberi pengajaran yang efektif dan menarik, sehingga peserta didik dapat menangkap dengan baik materi yang disampaikan.
j. Organisasi pembelajar
k. Kemitraan keluarga-sekolah
Sekolah menjalin hubungan baik dengan keluarga untuk memantau anak/peserta didik.
5. Strategi mewujudkan sekolah efektif.
Untuk mewujudkan sekolah efektif, maka:
• Sekolah itu harus memiliki manajemen yang teratur dan jelas, sehingga setiap komponen memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya.
• Memiliki sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar. Seperti, ketersediaan tenaga pengajar dan staf yang professional, adanya dana, fasilitas yang memadai, keaktifan siswa dalam kegiatan belajar mengajar, dll.
• Adanya hubungan yang baik antara komponoen-komponen, seperti antara siswa, guru, sekolah, keluarga, dan lingkungan.
6. Jenis-jenis kegiatan dalam manajemen kurikulum.
a. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas guru/pengajar
• Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib guru
• Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran.
• Tugas guru dalam kegiatan PBM.
b. Kegiatan yang berhubungan dengan tugas peserta didik
Kegiatan- kegiatan peserta didik demi suksesnya PBM tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang telah disusun sekolah secara pedagogis.
c. Kegiatan yang berhubungan dengan seluruh sivitas academia
Kegiatan ini merupakan pedoman sinkronisasi segala kegiatan sekolah, yang kurikuler, ekstrakurikuler, akademik/nonakademik, dan sebagainya.
d. Kegiatan-kegiatan penunjang PBM
Bimbingan penyuluhan(BP), Usaha Kesehatan Sekolah(UKS), dan perpustakaan.
Nama : Danang Wahyu Puspito
NIM : 2101408122
Prodi : PBSI
October 24th, 2009 at 8:58 pm
jawaban!!!!!
7.masalah perorangan dan kelompok dalam pengelolaan kelas
masalah eroarngan ini didasarkan atas anggapan dasar bahwtingkah l
laku manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan.setiapindividu
memiliki kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk mersa dirinyaberguna.
masalah perorangan dalam pengelolaan kelas:
a. Perilaku untuk menrik perhatian
b. Perilaku untuk mencari kekuasaan
c. Perilaku untuk melampiaskan dendam
d. Perilaku yang memperlihatka
kemudian masalah kelompok:
a. kekurang kompakan mengikuti peraturan kelompok.
b. reaksi negatif terhadap sesama anggota kelompok.
c. ketidak semangatan,dan yidak mau bekerja dan tingkah laku
agresif.
d, konflik antar keompok.
2. Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah yang meliputi:
- Perncanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengoordinasian
- Pengawasan
- Penilaian
- Pelaporan
- Penentuan anggaran
4. Karaktristik sekolah efektif adalah sebagai berikut :
1. kepemimpinan yang profesional
2. visi dan tujuan bersama.
3. lingkungan belajar.
4. konsentari belajar mengajar.
5. harapan yang tinggi.
6. harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu
pengetahuan.
7. pemantauan kemajuan.
8. hak dan tanggung jawab peserta didik.
9. pengajaran yang penuh makna.
10. organisasi pembelajaran.
11. kemitraan keluarga sekolah.
3. Macam-macam proses manajemen
a. Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan yang meliputi tujuan, biaya, efektivitas kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: Kepala sekolah menempatkan staf-stafnya sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian mereka.
c. Penggerakan (Actuating)
Contoh: Kepala sekolah memerintahkan kepada seluruh guru agar selalu hadir tepat waktu di sekolah, terutama pada saat jam mengajar dan memberikan sanksi bagi guru
1.membantu dan memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien, sehingga sekolah dapat menjalankan tugas kelembagaanya dengan baik.
contoh:
-Dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanaj sekolah
- Para lulusan yang apat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
nama : khavid zanuar
nim : 6101408280
October 24th, 2009 at 9:03 pm
1).Tujuan manajemen sekolah:
- pada setiap jenis dan jenjang pendidikan terjadi adanya efektivitas produksi.para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan diatasnya, serta dapat bekerja sesuai denga pengetahuan dan keterampilannya.
- tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana
- para lulusannya mampu menyesuaikandiri dalam masyarakat
contoh: Sekolah Menengah Pertama(SMP) memiliki tujuan yang sama, tetapi pada SMP yang diselenggarakan oleh pemerintah dan yang satunya oleh yayasan tertentu akan memiliki tujuan khusus yang berbeda.
2). Fungsi manajemen sekolah yang berhubungan dengan kepala sekolah adalah kegiatan manajerial. kegiatan manajerial tersebut meliputi:
- perencanaan
- pengorganisasian
- pengarahan
- pengkoordinasian
- pengawasan
- penilaian
- pelaporan
- penentuan anggaran
3). Proses manajemen sekolah:
- Perencanaan (planning)
contoh: menentukan tujuan yang hendak dicapai, mencari alternatif yang relevan untuk mencapai tujuan tersebut.
- Pengorganisasian (organizing)
contoh: membagi tugas-tugas yang harus dilaksanakan untuk organisasinya dan mendelegasikan wewenamg yang diperlukan untuk mengerjakan tugas
- Penggerakan(actuating)
contoh: bagaimana cara pendidik untuk mendidikagar tujuan pendidikan tercapai
- Pengawasan (controlling)
contoh: mengawasi proses belajar mengajar, mengevaluasi kegiatan belajar mengajar
4). Karakteristik sekolah efektif:
- Kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran
- Pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran
- Iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran
- Harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu
- Penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran belajar siswa
5). Strategi mewujudkan sekolah efektif:
- adanya kepemimpinan organisasi
- adanya kepemimpnan kurikulum
- pemimpin sebagai pengawas
- adanya manajemen
jika syarat-syarat tersebut dipenuhi dan dapat menjalankan tugasnya masing-masing dengan baik maka sekolah efektif akan terwujud.
Nama: Sulis Adyana
NIM: 2101408100
October 24th, 2009 at 9:21 pm
1.tujuan manajemen sekolah
tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suwtu organisasi.tujuan yg ingin dicapai disebut tujuan institusional baik khusus maupun umum.contoh : SD n pasti memiliki tujuan institusional yg sama,tapi pada SD swasta memiliki tujuan institusional yg berbeda.
2.- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengkoordinasasian
- Pengawsan
- Penilaian
- Pelaporan
- Penentuan anggaran
3.-Perencanaan
menentukan kegiatan yg hendak dilakukan
menentukan visi dan misi
-Pengorganisasian
merncang struktur formal,mengelompokan dan mengatur tugas pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan dapat di capai secara efektif
-Penggerakan
fungsi fundamental dalam manajemen
mendorng para anggta agar ikhlas dalam bekerja dengan sebaik mungkin.
-Pengawasan
mengawasi kinerja pendidik dalam mendidik
mengawasi perkembangan prestasi peserta didik
4.karakteristik sekolah efektif
-proffesional leadership
-shared vision and goals
-a learning environtment
-Learning
-purposeful teaching
-monitorihg progress
-pupil right and responsibility
-home/school partnership
-a learning organization
5.Strategi menentukan sekolah efektif
-memilih pimpinan yg profesional
-menentukan visi dan misi
-menciptakan suasana belajar yang kondusif
-sarana dan prasarana yg memadai
October 24th, 2009 at 9:23 pm
1.tujuan manajemen sekolah
tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suwtu organisasi.tujuan yg ingin dicapai disebut tujuan institusional baik khusus maupun umum.contoh : SD n pasti memiliki tujuan institusional yg sama,tapi pada SD swasta memiliki tujuan institusional yg berbeda.
2.- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengkoordinasasian
- Pengawsan
- Penilaian
- Pelaporan
- Penentuan anggaran
3.-Perencanaan
menentukan kegiatan yg hendak dilakukan
menentukan visi dan misi
-Pengorganisasian
merncang struktur formal,mengelompokan dan mengatur tugas pekerjaan diantara para anggota organisasi agar tujuan dapat di capai secara efektif
-Penggerakan
fungsi fundamental dalam manajemen
mendorng para anggta agar ikhlas dalam bekerja dengan sebaik mungkin.
-Pengawasan
mengawasi kinerja pendidik dalam mendidik
mengawasi perkembangan prestasi peserta didik
4.karakteristik sekolah efektif
-proffesional leadership
-shared vision and goals
-a learning environtment
-Learning
-purposeful teaching
-monitorihg progress
-pupil right and responsibility
-home/school partnership
-a learning organization
5.Strategi menentukan sekolah efektif
-memilih pimpinan yg profesional
-menentukan visi dan misi
-menciptakan suasana belajar yang kondusif
-sarana dan prasarana yg memadai
aji luhur p
6101408144
October 24th, 2009 at 10:10 pm
2. Fungsi manajemen yang berkaitan dengan kepela sekolah
fungsi manajemen yang berkaitan dengan kepala sekolah adalah fungsi manajemen sekolah yang kegiatannya berupa manajerial. kegiatan manajerial tersebut meliputi :
a) perencanaan
b) pengorganisasian
c) pengarahan
d) pengkoordinasian
e) pengawasan
f) penilaian
g) pelaporan
h) penentuan anggaran
Pada tataran organisasi, maka keberadaan Kepala Sekolah sebagai seorang pimpinan menjadi sangat strategis perannya dalam rangka pengelolaan sekolah sesuai dengan tuntutan perubahan tersebut. Tuntutan masyaratkan sebagai pelanggan menjadi fokus utama dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi kebutuhan pendidikan masyarakat. Dalam kerangka ini, maka manajemen berbasis sekolah merupakan acuan yang didasarkan pada Standar Pelayanan Pendidikan (SPP).
Kepala Sekolah selaku supevisor pendidikan memiliki fungsi mengarahkan, membimbing dan mengawasi seluruh kegiatan pendidikan dan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan guru yang ditujang oleh pegawai di sekolah. Kepala Sekolah hendaknya melakukan obeservasi yang terus menerus tentang kondisi-kondisi dan sikap-sikap di kelas, di ruangan guru, di ruang tata usaha dan pada pertemuan-pertemuan staf pengajar. Maksudnya untuk memberikan bantuan pemecahan atas kesulitan-kesulitan yang dialami guru dan pegawai serta melakukan perbaikan-perbaikan baik langsung maupun tidak langsung mengenai kekurangan-kekurangannya, sehingga secara bertahap kualitas dan produktivitas kegiatan belajar mengajar yang dilakukan staf kepala sekolah, guru di kelas, kinerja wali kelas, dan pegawai tata usaha akan menjadi semakin baik secara berkelanjutan.
Kepala Sekolah memiliki tugas dan tanggung jawab, serta wewenang yang berat dalam rangka mengelola sekolah. Keberhasilan sekolah yang dipimpinnya sangat ditentukan oleh kepemimpinannya. Supervisi merupakan peran yang strategis bagi Kepala Sekolah dalam melakukan fungsi manajemen dalam pengawasan (controlling), pembinaan dan pengembangan (development) bagi anggota organisasi. Kepala Sekolah sebagai pimpinan dalam menjalankan fungsinya perlu efektif dan efesien. Dalam hal ini, selama proses aktivitas organisasi sekolah tersebut dilakukan, maka Kepala Sekolah dituntut untuk dapat menjalankan supervisi sebagai salah satu peran strategisnya dalam melakukan pengelolaan sekolah.
Efektif berarti dampak positif yang dihasilkan dari melaksanakan supervisi, yang ditunjukkan dengan peningkatan kemampuan dalam organisasi. Hal ini diukur dengan : 1. Job satisfaction/kepuasan kerja, 2. Commitment/komitmen, 3. Job performance/kinerja pekerjaan, dan 4. Increased confidence/meningkatnya kepercayaan (Siagian, 2004 : 44).
Bertitik tolak dari penjelasan di atas, maka pentingnya melakukan supervisi oleh kepala sekolah perlu dilaksanakan secara efektif, agar kinerja sekolah yang dikelolanya dapat lebih meningkat.
3. proses manajemen
Proses manajemen didefinisikan sebagai aktivitas-aktivitas:
* Perencanaan, formulasi terinci untuk mencapai suatu tujuan akhir tertentu adalah aktivitas manajemen yang disebut perencanaan. Oleh karenanya, perencanaan mensyaratkan penetapan tujuan dan identifikasi metode untuk mencapai tujuan tersebut.
contoh:penetapan visi dan misi serta tujuan suatu sekolah. Selain itu, penetapan kurikulum pembelajaran juga termasuk salah satunya.
* Pengendalian, perencanaan hanyalah setengah dari peretempuran. Setelah suatu rencana dibuat, rencana tersebut harus diimplementasikan, dan manajer serta pekerja harus memonitor pelaksanaannya untuk memastikan rencana tersebut berjalan sebagaimana mestinya. Aktivitas manajerial untuk memonitor pelaksanaan rencana dan melakukan tindakan korektif sesuai kebutuhan, disebut kebutuhan.
contoh:Supervisi merupakan peran yang strategis bagi Kepala Sekolah dalam melakukan fungsi manajemen dalam pengawasan (controlling), pembinaan dan pengembangan (development) bagi anggota organisasi.
* Pengambilan Keputusan, proses pemilihan diantara berbagai alternative disebut dengan proses pengambilan keputusan. Fungsi manajerial ini merupakan jalinan antara perencanaan dan pengendalian. Manajer harus memilih diantara beberapa tujuan dan metode untuk melaksanakan tujuan yang dipilih. Hanya satu dari beberapa rencana yang dapat dipilih. Komentar serupa dapat dibuat berkenaan dengan fungsi pengendalian.
contoh:memilih kurikulum dan metode pembelajaran yang sesuai.
4. Ciri- Ciri Sekolah Efektif
Deskripsi berbagai teori mengenai sekolah efektif secara lebih terinci adalah sebagai berikut.
David A. Squires, et.al. (1983) berhasil merumuskan ciri-ciri sekolah efektif yaitu: (1) adanya standar disiplin yang berlaku bagi kepala sekolah, guru, siswa, dan karyawan di sekolah; (2) memiliki suatu keteraturan dalam rutinitas kegiatan di kelas; (3) mempunyai standar prestasi sekolah yang sangat tinggi; (4) siswa diharapkan mampu mencapai tujuan yang telah direncanakan; (5) siswa diharapkan lulus dengan menguasai pengetahuan akademik; (6) adanya penghargaan bagi siswa yang berprestasi; (7) siswa berpendapat kerja keras lebih penting dari pada faktor keberuntungan dalam meraih prestasi; (8) para siswa diharapkan mempunyai tanggungjawab yang diakui secara umum; dan (9) kepala sekolah mempunyai program inservice, pengawasan, supervisi, serta menyediakan waktu untuk membuat rencana bersama-sama dengan para guru dan memungkinkan adanya umpan balik demi keberhasilan prestasi akademiknya.
Sedangkan Jaap Scheerens (1992) menyatakan bahwa sekolah yang efektif mempunyai lima ciri penting yaitu; (1) kepemimpinan yang kuat; (2) penekanan pada pencapaian kemampuan dasar; (3) adanya lingkungan yang nyaman; (4) harapan yang tinggi pada prestasi siswa; (5) dan penilaian secara rutin mengenai program yang dibuat siswa.
Sementara Edmons (1979) menyebutkan bahwa ada lima karakteristik sekolah efektif yaitu : (1) kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran, (2) pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran, (3) iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran, (4) harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu, dan (5) penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa.
Pengetahuan lain mengenai sekolah efektif adalah sebagai berikut : (1) mampu mendemontrasikan kebolehannya mengenai seperangkat kriteria ; (2) menetapkan sasaran yang jelas dan upaya untuk mencapainya; (3) adanya kepemimpinan yang kuat ; (4) adanya hubungan yang baik antara sekolah dengan orangtua siswa; dan (5) pengembangan staf dan iklim sekolah yang kondusif untuk belajar (Townsend, 1994).
Metode lain yang dipakai untuk mengidentifikasikan sekolah yang efektif adalah : penggunaan standar tes, pendekatan reputasi, dan penggunaan evaluasi sekolah serta pengembangan berbagai aktifitas.
Tinjauan yang lebih komprehensif mengenai sekolah efektif dilakukan oleh Edward Heneveld (1992) yang mengungkapkan serangkaian indikator berupa 16 faktor yang berkenaan dengan sekolah efektif yaitu : (1) dukungan orangtua siswa dan lingkungan, (2) dukungan yang efektif dari sistem pendidikan, (3) dukungan materi yang cukup, (4) kepemimpinan yang efektif, (5) pengajaran yang baik, (6) fleksibilitas dan otonomi, (7) waktu yang cukup di sekolah, (8) harapan yang tinggi dari siswa, (9) sikap yang positif dari para guru, (10) peraturan dan disiplin, (11) kurikulum yang terorganisir, (12) adanya penghargaan dan insentif, (13) waktu pembelajaran yang cukup, (14) variasi strategi pengajaran, (15) frekuensi pekerjaan rumah, dan (16) adanya penilaian dan umpan balik sesering mungkin.
Bertitik tolak pada dari berbagai teori tersebut, terungkap bahwa pengertian sekolah efektif memandang sekolah sebagai suatu sistem yang mencakup banyak aspek baik input, proses, output maupun outcome serta tatanan yang ada dalam sekolah tersebut. Dimana berbagai aspek yang ada dapat memberikan dukungan satu sama lain untuk mencapai visi, misi dan tujuan, dari sekolah yang dikelola secara efektif dan efisien.
Ada 3 aspek yang trkandung dalam sekolah efektif, antara lain: Input sekolah, Kepuasan kerja guru, Partisipasi orang tua, Prestasi belajar dan Konsep diri siswa.
Input sekolah adalah keseluruhan sumber daya sekolah yang mencakup tiga aspek yaitu karakteristik sekolah, karakteristik guru, dan karakteristik siswa. Karakteristik sekolah terdiri dari 6 indikator yaitu : (1) luas gedung, (2) luas laboratorium, (3) luas perpustakaan, (4) banyaknya ruang kelas, (5) banyaknya siswa, dan (6) banyaknya dana yang dialokasikan di sekolah. Karakteristik guru terdiri dari 4 indikator yaitu : (1) umur, (2) pendidikan, (3) pengalaman mengajar, dan (4) gaji guru. Sedangkan karakteristik siswa terdiri dari 4 indikator yaitu : (1) jumlah jam belajar siswa di rumah, (2) jumlah jam les mata pelajaran, (3) pendidikan orangtua siswa, dan (4) besarnya penghasilan orangtua siswa.
Kepuasan kerja guru adalah keseluruhan perasaan guru berkenaan dengan berbagai aspek pekerjaannya yang meliputi lima aspek yaitu : (1) sumber daya pendidikan, (2) proses belajar mengajar, (3) prestasi sekolah, (4) penghasilan dan penghargaan, dan (5) kebebasan melakukan aktifitas. Iklim sekolah adalah keseluruhan harapan, pendapat, dan pengalaman yang dirasakan oleh guru berkenaan dengan situasi kerjanya yang meliputi lima aspek yaitu: (1) kondisi fisik dan fasilitas sekolah, (2) cara kerja dan gaya kepemimpinan kepala sekolah, (3) harapan pada prestasi sekolah, (4) hubungan kerja, (5) ketertiban/ disiplin sekolah.
Partisipasi orangtua siswa pada penelitian ini terdiri dari 9 indikator yaitu partisipasi dalam : (1) ikut menentukan kebijakan dan program sekolah, (2) ikut mengawasi pelaksanaan kebijakan dan program sekolah, (3) pertemuan rutin di sekolah, (4) kegiatan ekstrakurikuler, (5) mengawasi mutu sekolah, (6) pertemuan BP3, (7) membiayai pendidikan, (8) mengembangkan iklim sekolah, dan (9) partisipasi dalam pengembangan sarana dan prasarana sekolah.
Hasil belajar siswa merupakan pengetahuan yang dicapai siswa pada sejumlah mata pelajaran di sekolah. Sedangkan konsep diri siswa adalah pandangan dan penilaian siswa mengenai keseluruhan dirinya yang meliputi dua aspek yaitu : aspek internal diri yang terdiri dari identitas diri, perilaku diri, dan penilaian diri; dan aspek eksternal diri yang terdiri dari fisik diri, etika moral diri, personal diri, famili diri, dan sosial diri.
5. Strategi mewujudkan sekolah efektif
STRATEGI DAN APLIKASINYA DI DUNIA PENDIDIKAN
Strategi adalah cara-cara tertentu yang dipilih oleh seseorang ataupun suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Sedangkan tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai sesuai misi dan visi yang telah ditetapkan. Secara teori, strategi dapat dibedakan sebagai corporate strategy, business unit strategy, dan functional strategy.
Aplikasi masing-masing strategy dalam dunia pendidikan dapat dilihat pada tabel berikut ini.
A. Corporate strategy
Pada jenis pendidikan apa saja kita akan berusaha?
Pada level pendidikan apa saja?
Mau membangun dari awal atau membeli?
Merger atau akuisisi?
B. Business Unit Strategy
Apa keunggulan yang ditawarkan?
Apa bedanya dengan sekolah lain?
Bagaimana strategi harga?
Pada segmen masyarakat mana yang akan dibidik?
Bagaimana promosinya?
C. Functional strategy
Strategy dalam penyusunan kurikulum
Strategy pembelajaran
Strategy penggunaan fasilitas
Tabel di atas sekedar memberikan gambaran bahwa banyak hal yang harus kita lakukan untuk menyusun suatu strategi. Kecuali menentukan area di tiap-tiap level juga harus mensinkronkan strategi yang satu dengan strategi yang lain, jangan sampai terjadi konflik antar startegi (conflict among strategies). Dengan kata lain, strategi harus dimanaj dengan baik. Hal ini dikarenakan tidak semua stratgi memiliki nilai stategis.
Memang beberapa orang menyunkai srategipstrategi yang tidak beresiko. Sayangnya tidak diperhatikan tentang value yang dapat dihasilkan dari strategi yang diterapkan, Contoh strategi yang tidak strategis adalah sebagai berikut:
1. Strategi free flow, yaitu membiarkan segala sesuatu mengalir begitu saja.
2. Strategi waiting up, atau pasarah salah, yaitu suatu startegi yang dilatarbelakangi suatu paham bahwa segalanya kalau memang sudah rejekinya ya akan datang juga, sehingga pada prinsipnya mereka lebih suka menunggu dan melihat apa yang terjadi kemudian kita meresponnya. Kita hanya wait and see.
3. Strategi minimalis, atau yang sering disebut juga sebagai AsNut (asal manut), yaitu memenuhi persyaratan minimal saja yang penting sudah sesuai dengan ketentuan. Startegi ini venderung aman dan low cost, hanya saja benefit yang didapatkan masih perlu dipertanyakan.
Tiga strategi yang dijadikan contoh di atas mungkin saja berjalan dan bisa membuahkan hasil, namun kita akan jauh tertinggal dengan kompetitor yang lebih cerdas dalam menerapkan strateginya. Kita harus ingat bahwa kita bukanlah satu-satunya pemain, ada kompetitor yang terus aktif menyusun dan sealau mengevaluasi strateginya.
INSTITUSI PENDIDIKAN YANG UNGGUL
Keunggulan suatu organisasi bergantung pada apakah oganisasi tersebut memiliki keunngulan bersaing atau tidak (competitive advantages). Disini perlu diingat bahwa organisasi yang memiliki comparative advantage tidak secara otomatis memiliki competitive advantage. Sebagai contoh, belum tentu sekolah yang memiliki gedung yang lebih besar akan secara otomatis menang bersaing dengan sekolah yang memiliki fasilitas gedung yang lebih kecil. Mengapa? Karena gedung yang lebih besar bisa saja berarti high maintenance cost, low occupance rate, dan tidak proportional. Sedangkan fasilitas gedung yang lebih kecil bisa lebih baik apabila lebih efisien dan level of utilizationnya tinggi. Untuk itulah maka setiap organisasi harus memperhatikan core competence-nya.
Yang dimaksud dengan core competence adalah hal-hal yang secara nyata kita bisa lakukan yang merupakan kekhasan kita yang tidak mudah dilakukan oleh orang lain atau yang kita bisa lakukan lebih baik dari orang lain. Jadi ini berkaitan dengan apa sebenarnya yang kita andalkan, apa sebenarnya yang kita jual, dan apa sebenarnya yang dibeli oleh kustomer kita. Penetapan core competence akan berpengaruh pada startegi yang kita terapkan.
Memahami “what customer really buy” merupakan tugas penting kita karena bila kita salah dalam memahami hal ini maka stategi yang kita terapkan bisa salah atau tidak efektif. Sebagai contoh, kalau sebagian besar murid memutuskan memilih sekolah “X” karena lokasinya dekat rumah maka strategi promosinya harus berbeda dengan bila sebagian besar muridnya memilih sekolah tersebut karena kekhasan programnya. Jadi, strategi promosi SMAN 1 Bawang (yang dipilih karena lokasinya) harus berbeda dengan strategi Promosi SMA Taruna Magelang (yang dipilih kaena kekhasannya).
Institusi pendidkan adalah non profit organization, tetapi harus dikelola secara bisnis, yaitu selalu memperhatikan cost benefitnya. Organisasi harus menentukan secara cerdas cor-competance-nya agar memiliki competitive advantage. Orang-orang dalam organisasi (organizational member) merupakan kunci dan sumber daya utama untuk suksesnya suatu otganisasi.
Strategi harus direncanakan dan dimanaj dengan baik agar efektif dan efisien. Strategi yang tidak dimanaj dapat berakibat timbulnya konflik antar strategi.
6. Kegiatan maajemen kurikulum
Manajemen kurikulum merupakan subtansi manajemen yang utama di sekolah. Prinsip dasar manajemen kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik, dengan tolok ukur pencapaian tujuan oleh siswa dan mendorong guru untuk menyusun dan terus menerus menyempurnakan strategi pembelajarannya. Dalam konteks Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), siklus manajemen kurikulum menurut penulis terdiri dari empat tahap : 1). Tahap perencanaan; meliputi langkah-langkah sebagai berikut : (a) analisis kebutuhan; (b) merumuskan dan menjawab pertanyaan filosofis; (c) menentukan disain kurikulum; dan (d) membuat rencana induk (master plan): pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian. 2). Tahap pengembangan; meliputi langkah-langkah : (a) perumusan rasional atau dasar pemikiran; (b) perumusan visi, misi, dan tujuan; (c) penentuan struktur dan isi program; (d) pemilihan dan pengorganisasian materi; (e) pengorganisasian kegiatan pembelajaran; (f) pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar; dan g) penentuan cara mengukur hasil belajar. 3). Tahap implementasi atau pelaksanaan; meliputi langkah-langkah: (a) penyusunan rencana dan program pembelajaran (Silabus, RPP: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran); (b) penjabaran materi; (c) penentuan strategi dan metode pembelajaran; (d) penyediaan sumber, alat, dan sarana pembelajaran; (e) penentuan cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar; dan (f) setting lingkungan pembelajaran 4). Tahap penilaian; terutama dilakukan untuk melihat sejauhmana kekuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dikembangkan, baik bentuk penilaian formatif maupun sumatif. Penilailain kurikulum dapat mencakup Konteks, input, proses, produk
*Melakukan monitoring dan evaluasi untuk menyakinkan apakah program yang telah direncanakan dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan, apakah tujuan telah tercapai, dan sejauh mana pencapaiannya. Karena fokus kita adalah mutu siswa, maka kegiatan monitoring dan evaluasi harus memenuhi kebutuhan untuk mengetahui proses dan hasil belajar siswa. Secara keseluruhan tujuan dan kegiatan monitoring dan evaluasi ini adalah untuk meneliti efektifitas dan efisiensi dari program sekolah dan kebijakan yang terkait dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
Nama: Indra Adi Nugroho
NIM: 4101408177
October 24th, 2009 at 11:20 pm
1.Tujuan manajemen sekolah secara subtansial adalah bahwa tujuan manajemen sekolah tidak terlepas dari tujuan sekolah sebagai suatu organisasi, dimana sekolah mempunyai tujuan yang ingin dicapaiatau sering disebut tujuan institusional (kelembagaan ) baik itu khusus atau umum. sehingga membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien.
Sebagai contoh : Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki tujuan institusional umum yang sama, tetapi pada SMP yang diselenggarakan negaea dan yang satunya oleh yayasan tertentu akan memiliki tujuan institusioal khusus yang berbeda.
2.fungsi manajemen sekolah, terkait dg fungsi kepsek:
- Perencanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengkoordinasasian
- Pengawsan
- Penilaian
- Pelaporan
- Penentuan anggaran
4. karakteristik SE:
mempunyai input (masukan) yang baik, yaitu dalam menerima siswa baru menggunakan syarat-syarat tertentu ( menggunakan seleksi test ) dan proses belajar yang secara aktif atau ada keterlibatan berbagai pihak terutama siswa dan guru sebagai subjek belajar. dan output (keluaran) yang baik yaitu lulusan yang bermutu sebagai sentral tujuan pendidikan.
Contoh Karakteristik sekolah efektif adalah:
a.kepemimpinan yang profesional
b.visi dan tujuan bersama
c.lingkungan belajar yang nyaman
d.konsenrsi belajar mengajar
e.pemantapan yang positif
d.harapan yang tinggi
e.pemantauan kemajuan
f.hak dan tanggungjawab peserta didik
g.pengajaran yang penuh makna
h.organisasi pembelajaran
i. kemitraan keluarga sekolah
5.
Strategi untuk mewujudkan sekolah efektif adalah dengan memberdayakan dan melibatkan seluruh unsur/elemen di sekolah dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar nantinya hasil dari kegiatan tersebut bisa maksimal sehingga dapat tercapai tujuan dari sekolah efektif/sekolah sukses tersebut. kemudian, Untuk mewujudkan sekolah efektif diperlukan adanya kepemimpinan yang profesional agar semua lembaga yang ada didalamnya dapat bekerja dengan baik. serta mempunyai visi dan tujuan bersama. serta membuat pengajaran yang penuh makna dan membuat lingkungan belajar yang kondusif. tiap bagian harus paham akan tugas dan fungainy masing-masing da tentu saja profesional.
7.masalah-masalah:
a. perorangan
-kurang kedisplinan siswa
-kenakalan siswa
-keuangan
-sifat malas sang siswa
-keributan antara siswa
-siswa tidak mengerjakan tugas
kelpok klas
-tidak melaksanakan piket pada waktunya
-ramai pada saat pelajaran
-kenakalan siswa yang akan berpengaruh pada siswa lainnya
NAMA Alfa Bayu Sanjaya
NIM 4401408106
October 25th, 2009 at 1:02 pm
2. Fungsi manajemen sekolah yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah fungsi/kegiatan manajerial, yang meliputi:
- Perncanaan
- Pengorganisasian
- Pengarahan
- Pengoordinasian
- Pengawasan
- Penilaian
- Pelaporan
- Penentuan anggaran
3. Macam-macam proses manajemen:
a. Perencanaan (Planning)
Contoh: Perencanaan kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan yang meliputi tujuan, biaya, efektivitas kegiatan yang akan dilaksanakan.
b. Pengorganisasian (Organizing)
Contoh: Kepala sekolah menempatkan staf-stafnya sesuai dengan kemampuan dan bidang keahlian mereka.
c. Penggerakan (Actuating)
Contoh: Kepala sekolah memerintahkan kepada seluruh guru agar selalu hadir tepat waktu di sekolah, terutama pada saat jam mengajar dan memberikan sanksi bagi guru yang melanggar.
4. Karakteristik sekolah efektif adalah:
a. Kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran;
b. Pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran;
c. Iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran;
d. harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu;
e. Penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa. (Edmons (1979)).
Jadi karakteristik sekolah efektif adalah sekolah yang nyaman bagi pserta didik dalam menuntut ilmu sehingga bisa menghasilkan lulusan yang berkualitas dan menguasai ilmu pengetahuan.
5. Strategi untuk mewujudkan sekolah efektif adalah dengan memberdayakan dan melibatkan seluruh unsur/elemen di sekolah dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar nantinya hasil dari kegiatan tersebut bisa maksimal sehingga dapat tercapai tujuan dari sekolah efektif/sekolah sukses tersebut.
6. Jenis-jenis kegitan dalam manajemen kurikulum:
a. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/Pengajar
1. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. Dalam hal ini beban mengajar maksimum guru dalam 1 minggu adalah 24 jam pelajaran dengan setiap 1 jam pelajaran berkangsung selama 45 menit.
2. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran, meliputi:
a. Jadwal pelajaran kurikuler, kokurikuler, dan ekstra-kurikuler
- Jadwal pelajaran kurikuler, disusun secara edukatif oleh guru/tim guru dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan akademik;
- Jadwal pelajaran kokurikuler, disusun secara strategik sesuai situasi dan kondisi individual /kelompok pserta didik/siswa;
- jadwal pelajaran ekstra-kurikuler, disusun di luar jam pelajaran kurikuler dan program kokurikuler.
b. Jadwal pelajaran tatap muka dan non tatap muka
3. Tugas guru dalam kegiatan PBM
Merupakan serangkaian kegiatan pengajaran/instruksional untuk mencaoai hasil pengajaran yang optimal, yaitu:
- Membuat persiapan/perencanaan pengajaran (desain instruksional);
- Melaksanakan pengajaran (termasuk pengelolaan kelas);
- Mengevaluasi hasil pengajaran.
b. Kegiatan yang Berhubungan dengan Peserta Didik/Siswa
Kegiatan peserta didik demi suksesnya PBM tertera dalam jadwal kegiatan belajar yang telah disusun oleh sekolah secara pedagogis.
c. Kegiatan yang Berhubungan dengan Seluruh Sivitas Akademika
Merupakan pedoman sinkronosasi segala kegiatan sekolah, yang kurikuler, ekstra-kurikuler, akademik/non akademik, hari-hari kerja, libur, karyawisata, hari-hari besar nasional/agama, dan sebagainya.
d. Kegiatan-kegiatan Penunjang PBM
Yaitu Bimbingab Penyuluhan (BP), Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), dan Perpustakaan.
Nama: Tri Agus R
NIM : 6101408142
October 25th, 2009 at 1:07 pm
1.membantu dan memperlancar pencapaian tujuan sekolah agar tercapai secara efektif dan efisien, sehingga sekolah dapat menjalankan tugas kelembagaanya dengan baik.
contoh:
- Para lulusannya dapat melanjutkan pada jenjang pendidikan diatasnya
- Dapat bekerja sesuai dengan pengetahuan dan keterampilan
- Tercapainya efisiensi penggunaan sumber daya dan dana dengan baik
2. - Pengorganisasian
- Perencanaan
- Pengarahan
- Pengawasan
- Penilaian
- Laporan
- Pengarahan
4. Sekolah yang mempunyai input (masukan) yang baik, yaitu dalam menerima siswa baru menggunakan syarat-syarat tertentu dan proses belajar yang secara aktif atau ada keterlibatan berbagai pihak terutama siswa dan guru sebagai subjek belajar. dan output (keluaran) yang baik yaitu lulusan yang bermutu sebagai sentral tujuan pendidikan.
5. Untuk mewujudkan sekolah efektif diperlukan adanya kepemimpinan yang profesional agar semua lembaga yang ada didalamnya dapat bekerja dengan baik. serta mempunyai visi dan tujuan bersama. serta membuat pengajaran yang penuh makna dan membuat lingkungan belajar yang kondusif.
6. - Membuat disain instruksional yang baik
- Melaksanakan pengajaran
- Mengevaluasi hasil pengajaran
- Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran.
Nama: Angga Laksana Putra
NIM :6101408168
October 25th, 2009 at 1:09 pm
1. Membantu dan memperlancar peserta didikdalam mencapai tujuan yang diinginkan secara afektif dan efesien. Contoh: 1. Para lulusan yang apat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. 2. Bias berkerja sesuai kemampuan yang dimiliki atau keterampilan yang dimiliki.
2. 1. Pengorganisasian
2.Pengarahan
3. penilaian
4. pelaporan
5. penentan angaran
3. berjalannya kelembagaan dalam sekolah dalam mencapai tujuan. Contoh: kesiswaan, keuangan, personalia humas DLL yang sesuai bidang yang di miliki oleh para guru_guru
4. system kelembagaan di dalamnya berjalan sesuai yang di harapkan dari masing2 bidang yang di tentukan dan di sepakati sebelunya.
5membuat suatu rencana dalam hal kelembagaan sekolah dengan sebaik mungkin, yang dapat diterima siswa maupun rang tua siswa, untuk menunjang proses belajar mengajar agar tercipta keseimbangan yang dapat memaukan pengetahuan para siswa dan kemajuan sekolah yang lebih baik.
6. – pembagian tugas guru yng di jabarkan dari setrktur progam pengajaran, dan ketentuan beban pengajar wajib bagi guru, yaitu mentaati perturan yang ditentukan. Contoh: absensi guru dan ketentuan pengajaran.
_ tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran. Yaiti seperi halnya kurikuler, kokurikuler, ekstra kurikuler.
_ tugas guru dalam PBM yaitu mempersiapkan perencanaan, melaksanakan pengajaran dan mengevakuasi hasil pengjaran.
7. 1. Masalah perorangan
_ kurang kedisplinan siswa
_ kenakalan siswa
_ keuangan
_ sifat malas sang siswa
2 masalah kelmpok kelas
_ tidak melaksanakan pikepada wktunya
_ ramai pada saat pelajaran
_ kenakalan siswa yang akan berpengaruh pada siswa lainnya.
NAMA: ARYA P
MIM : 6101408107
October 25th, 2009 at 4:59 pm
tes
October 25th, 2009 at 5:09 pm
tes 2
October 25th, 2009 at 5:15 pm
tes 3
October 25th, 2009 at 5:16 pm
wah kalo comment bwt mid koq gbisa y bisanya cuma tesnya duoang
October 25th, 2009 at 7:05 pm
1. Tujuan manajemen sekolah secara substansial:
a. Memungkinkan orang-orang yang kompeten di sekolah untuk mengambil keputusan yang akan meningkatkan pembelajaran.
b. Memberi peluang bagi seluruh anggota sekolah untuk terlibat dalam pengambilan keputusan penting.
c. Mendorong munculnya kreativitas dalam merancang bangun program pembelajaran.
d. Mengarahkan kembali sumber daya yang tersedia untuk mendukung tujuan yang dikembangkan di setiap sekolah.
e. Menghasilkan rencana anggaran yang lebih realistik ketika orang tua dan guru makin menyadari keadaan keuangan sekolah, batasan pengeluaran, dan biaya program-program sekolah.
f. Meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua level.
contoh konkret: dalam menunjang terlaksanya dengan baik maka setiap sekolah perlu mementuk komite sekolah sebagai sarana penyampaian pesan wali murid yang nantinya akan disampaikan kepada sekolah.
2. diantara fungsi manajemen sekolah hal yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah:
a) planning yaitu perencanaan yang matang tentang misi,misi dan tujuan sekolah
b) organising yaitu pengorganisasian yang tersusun dengan baik sesuai fungsi dan keterampilan para pemegang jabatan tersebut.
c)controlling yaitu kepala sekolah bertugas mengontrol dan mengamati jalanya kegiatan sekolah pada sekolah yang beliau pimpin
4. Karakteristik Sekolah Efektif:
a). kepemimpinan dan perhatian kepala sekolah terhadap kualitas pengajaran.
b). pemahaman yang mendalam terhadap pengajaran.
c). iklim yang nyaman dan tertib bagi berlangsungnya pengajaran dan pembelajaran.
d). harapan bahwa semua siswa minimal akan menguasai ilmu pengetahuan tertentu.
e). penilaian siswa yang didasarkan pada hasil pengukuran hasil belajar siswa.
5.Strategi mewujudkan sekolah efektif:
a) mewujudkan sekolah sekolah efektif diperlukan adanya kepemimpinan yang profesional dan cerdas serta tanggung jawab
b) semua lembaga yang ada didalamnya dapat bekerja sama dengan baik sehungga sekolah efektif dapat terwujusd dengan baik.
c) menentukan visi,misi dan tujuan bersama.
d) serta membuat pengajaran yang terarah dan membuat lingkungan belajar yang kondusif.
6. Jenis-jenis kegiatan dalam manajemen kurikulum:
a.menerapkan kalender pendidikan
b.membuat jadwal mata pelajaran
c.bertanggung jawab terhadap KBM
d.membuat pembagian tugas mengajar guru
e.bertanggung jawab terhadap pembuatan jadwal (MID Semester maupun Ujian Semester)
f.menyusun kegiatan kurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikulerg
g.menyusun RPP tiap semester
h.membuat pengaturan mengenai penilaian dan kenaikan siswa
i.melaporkan hasil KBM dan merancang usaha peningkatan hasil KBM
Pramita Dewi Harjayanti
7101408315
October 25th, 2009 at 8:46 pm
1. manajemen sekolah memebantu memperlancar peserta didik dalam melaksanalan kewajibanyah untuk mencapai tujuan yg efektif secara efisien.
ex: para lulusanyah dapat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
2. ? Perencanaan
? Pengorganisasian
? Pengarahan
? Pengkoordinasian
? Pengawasan
? Penilaian
? Pelaporan
? Penentuan anggaran
4. (1) kepemimpinan yang kuat;
(2) penekanan pada pencapaian kemampuan dasar;
(3) adanya lingkungan yang nyaman;
(4) harapan yang tinggi pada prestasi siswa;
(5) dan penilaian secara rutin mengenai program yang dibuat siswa.
5. (1) memindai lingkungan internal dan eksternal
(2) merumuskan strategi yang meliputi perumusan visi-misi, tujuan organisasi, strategi, dan kebijakan
(3) implementasi strategi meliputi penyusunan progaram, penyusunan anggaran, dan penetapan prosedur
(4) mengontrol dan mengevaluasi kinerja.
6 . * evaluasi pembelajaran
* pelaksanaan pembelajaran
* tugas guru dalam kegiatan PBM
SOSIANI ANNISA BELLADINA
6301408111
PKLO
December 9th, 2009 at 4:40 pm
1.)Tujuannya yaitu untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan sekolah yang efektif dan efisien, serta mencetak lulusan yang berkualitas.
Contoh: Para lulusan sekolah tersebut dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
2.) Yang berkaitan dengan Fungsi Kepala Sekolah :
- Perencanaan (planning)
- Pengorganisasian (organizing)
- Penggerakan (actuating)
- Pengawasan (controlling) dan Pemberi Solusi (Solution)
4.) Karaktristik sekolah efektif adalah sebagai berikut :
- kepemimpinan yang profesional
- visi dan tujuan bersama.
- lingkungan belajar.
- konsentari belajar mengajar.
- harapan yang tinggi.
- penguatan/pengayaan/pemantapan yang positif.
- pemantauan kemajuan.
- hak dan tanggung jawab peserta didik.
- pengajaran yang penuh makna.
- organisasi pembelajaran.
- kemitraan keluarga sekolah.
5.) Strategi dalam menentukan sekolah yang efektif
- Memiliki pimpinan yang profesional
- Memiliki visi dan tujuan
- Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman
- Pengajaran yang disampaikan bermakna
6.) Jenis kegiatan dalam kurikulum :
- Menentukan tiap-tiap tugas guru
- Mengevaluasi hasil pengajaran
- Membuat desain perencanaan pengajaran
SUTOWO
6301408124
PKLO
December 27th, 2009 at 8:23 pm
1.tujuan manajemen sekolah
tidak dapat terlepas dari tujuan sekolah sebagai suwtu organisasi.tujuan yg ingin dicapai disebut tujuan institusional baik khusus maupun umum.contoh : SD n pasti memiliki tujuan institusional yg sama,tapi pada SD swasta memiliki tujuan institusional yg berbeda.
2. Fungsi manajemen sekolah dan yang berkaitan dengan fungsi kepala sekolah adalah fungsi/kegiatan manajerial, yang meliputi:
- planning / perencanaan
- Organizing / Perorganisasian
- penkoordinasian
- Controling / Pengawasan / Pengarahan
- Evaluating / mengadakan Evaluasi
- Solution / pemberi solusi
3) Perencanaan (planning)
ct:sekolah merumuskan tujuan yg akan dicapai dalam bentuk visi dan misi.
Pengorganisasian (organizing)
ct: kepala sekolah membagi tugas kepada para guru agar tujuannya dapat tercapai secara optimal. Misalnya ada waka kurikulum, waka kesiswaan, waka humas, dll.
Penggerakan (actuating)
ct: misalnya dalam proses kurikulum, waka kurikulum membagi tugas para guru untuk mengajar, membuat jadwal pelajaran, dll.
Pengawasan (controlling)
ct: diadakannya evaluasi bisa dalam bentuk tes yg bertujuan untuk mengetahui apakah sistem yang dipakai sekolah dapat memajukan para siswanya.
5. Ada empat komponen strategis dalam mencapai tujuan sekolah, yaitu komponen program, figure, culture, dan budget. Program dimaksud adalah program yang terukur dan realistis sesuai dengan dinamika regulasi dan tuntutan zaman. Figure adalah orang-orang dibalik program yang merupakan perancang sekaligus pelaku program. Culture adalah etos kerja dan komitmen terhadap tugas pokok dan fungsinya, sedangkan budget adalah anggaran yang memadai dan memungkinkan tercapainya tujuan.
6. Jenis-jenis kegitan dalam manajemen kurikulum yaitu :
a. Kegiatan yang Berhubungan dengan Tugas Guru/Pengajar
1. Pembagian tugas guru yang dijabarkan dari struktur program pengajaran, dan ketentuan tentang beban mengajar wajib bagi guru. Dalam hal ini beban mengajar maksimum guru dalam 1 minggu adalah 24 jam pelajaran dengan setiap 1 jam pelajaran berlangsung selama 45 menit.
2. Tugas guru dalam mengikuti jadwal pelajaran, meliputi:
a. Jadwal pelajaran kurikuler, kokurikuler, dan ekstra-kurikuler
- Jadwal pelajaran kurikuler, disusun secara edukatif oleh guru/tim guru dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan akademik;
- Jadwal pelajaran kokurikuler, disusun secara strategik sesuai situasi dan kondisi individual /kelompok peserta didik/siswa;
- jadwal pelajaran ekstra-kurikuler, disusun di luar jam pelajaran kurikuler dan program kokurikuler.
b. Jadwal pelajaran tatap muka dan non tatap muka
YUDHA ARYA WIRAWAN
6301408070
PKLO